Pemerintah Spanyol secara tegas menolak bergabung dalam Board of Peace atau Dewan Perdamaian Gaza yang digagas Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Penolakan ini disampaikan langsung oleh Perdana Menteri Pedro Sanchez, yang menilai pembentukan dewan tersebut tidak melibatkan Otoritas Palestina, sehingga dinilai tidak mencerminkan pendekatan inklusif dalam penyelesaian konflik.
“Kami mengapresiasi undangan (Trump) tersebut, tetapi kami menolak,” kata Sanchez kepada wartawan pada Kamis (22/1/2026) malam, setelah menghadiri KTT Uni Eropa di Brussels, Belgia.
Sanchez menegaskan bahwa masa depan Gaza dan Palestina harus ditentukan oleh rakyat Palestina sendiri, bukan diputuskan sepihak oleh pihak luar. Menurutnya, absennya perwakilan resmi Palestina dalam struktur Dewan Perdamaian itu bertentangan dengan prinsip keadilan, hukum internasional, serta komitmen terhadap sistem multilateral di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Lebih lanjut, Sanchez menyatakan bahwa keputusan Spanyol ini sejalan dengan sikap konsisten negaranya dalam mendukung solusi damai yang adil, inklusif, dan berkelanjutan.
Ia menekankan bahwa upaya perdamaian hanya dapat berhasil jika melibatkan seluruh pihak terkait, terutama warga Palestina sebagai pihak yang paling terdampak dalam konflik berkepanjangan tersebut.
Source: Alarabiya English | AFP







Komentar