Mereka sendiri loh yang memilih pemimpin yang membuat kondisi seperti sekarang

Kalian yang hidupnya sudah sejahtera, kaya-raya, terjamin masa depannya, memang buat apa peduli hal-hal ini?

Bikin stres, capek pikiran.

Mending ditinggal liburan ke LN, posting kehidupan indah di medsos, menginap di hotel-hotel mewah, naik pesawat kelas bisnis. Dengan skincare puluhan juta, dan perawatan badan tak kalah mahal.

Kita memang tidak harus peduli. Tidak ada kewajibannya, toh? Mending fokus mengurus hidup masing-masing.

Sejujurnya, orang-orang ini juga nggak pantas dikasihani. Buat apa? Mereka sendiri loh yang memilih pemimpin yang membuat mereka antri di SPBU, sesak oleh nafas, keracunan MBG, dan uang habis buat kopdes, dkk. Mereka yang milih. Mereka seharusnya malu buat marah-marah ke pemerintah.

(Tere Liye)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

9 komentar

    1. Itu tidak bisa dirubah, ya kemungkinan besar akan seperti ini terus. Namun harus tetap diusahakan, ada usaha sedikit tidak mengapa asal telah menggugurkan kewajiaban. Meskipun hasilnya akan nol besar.

    1. ya saya juga yakin teman-teman kami di Kaltim itu kebanyakan bukan pemilih mbah GendruWO Wowo aNTEK asing Gemoy omon omon dan juga bukan pemilih mbah uban penggemar bokep itu. Akibat cara CURANG yg sdh 2 periode dilakukan oleh si Jokodok plonga plongo raja ngibul Mulyono dan diikuti oleh mbah GendruWO maka semua bisa berubah‼️

  1. wuiih…. keyen 69,1% plus IKN. kenapa masih ngeluh, harusnya jingkrak². bukankah yang mulia sudah memberikan perhatian yang banyak ? dalam bentuk lowongan kerja :
    – antri BBM
    – sudah dibangunin sppg
    – sudah dibangunin kopdes
    – para nakes juga banyak dapat kerjaan menyelamatkan keracunan
    – dan yang luar biasa bisa mengekspor asap ke jiran

    ayo tetap semangat dan bersyukur 🤣

  2. Mas Tere yakin kemenangan si gendruwo murni suara rakyat….please deh jangan naif…selama si mukibul sang penguasa dan pemilik parcok & KPU hidup…tipis harapan hasil pilpres jurdil…. ancaman si bocil plenger saja sudah di depan mata.