Ribuan Tikus Menyerang Pos Militer dan Pemukiman Warga Israel di Perbatasan Gaza

Wilayah Gaza Envelope (pemukiman dan pos militer Israel yang berbatasan dengan Jalur Gaza) saat ini sedang menghadapi ledakan populasi tikus yang sangat parah.

Surat kabar Israel Haaretz melaporkan bahwa tikus-tikus yang datang dari Gaza menjadi ancaman bagi tanaman pertanian para pemukim di wilayah Gaza Envelope, sekaligus mengganggu dan menakut-nakuti mereka sepanjang malam.

Berikut adalah detail poin-poin utama dari laporan surat kabar Haaretz (14/9/2026) tersebut:

  • Kerusakan Pertanian Parah: Invasi berbagai jenis hewan pengerat (seperti tikus rumah, tikus got, dan tikus ladang/gerbil) menghancurkan hasil tani. Sebagai contoh, serangan tikus ladang di kawasan Dewan Regional Eshkol merusak ladang kacang tanah hingga memangkas hasil panen sampai 70 persen.
  • Mengganggu Sepanjang Malam & Menggigit Warga: Hewan pengerat ini menyusup ke rumah-rumah pemukim, menimbulkan ketakutan, dan mengganggu kenyamanan. Setidaknya 10 orang dilaporkan menjadi korban gigitan tikus, termasuk beberapa kasus yang menimpa anak-anak pemukim Israel. Beberapa warga bahkan mengaku harus membunuh dan membuang hingga 100 ekor tikus dari dalam rumah mereka.
  • Menyerang Pos Militer: Selain area pemukiman, ribuan tikus ini juga menggerogoti dan menguasai pos-pos militer tentara Israel yang bersiaga di perbatasan timur Gaza, membuat para tentara kewalahan.
  • Penyebab Ledakan Populasi: Para ahli menjelaskan bahwa perang dan kehancuran di Gaza menyisakan banyak ladang terbengkalai, tumpukan sampah, dan minimnya predator alami. Kondisi sanitasi yang buruk di sekitar posisi militer serta banyaknya makanan bantuan yang terbengkalai di dekat perbatasan menciptakan lingkungan yang ideal bagi tikus untuk berkembang biak tanpa gangguan.

Akibat situasi yang kian tak terkendali, pemerintah daerah setempat (Dewan Regional Eshkol) telah menetapkan status darurat dan berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian, Kesehatan, Lingkungan, serta militer Israel untuk melakukan pembasmian massal.

Sumber: Haaretz

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

6 komentar

  1. gaza hancur lebur, diratakan dengan tanah, pohon di tebang, di pos israHELL makanan berserah-serak, masih ada pertanian, ya di serbulah tempat keturunan kera itu

  2. jangan cuma merusak pertanian, kenyamanan dan keamanan saja tapi rusak juga properti dan infrastrukturnya dan yg paling utama bikin wabah penyakit yg membuat kematian massal secara mendadak