Materi lawakan Pandji disensor Polisi

Pandji Pragiwaksono adalah komedian terbesar dari Indonesia. Namun, agar dia bisa tampil di negara asalnya, materi pertunjukannya harus disetujui oleh pemerintah.

“Saya diwajibkan mengirimkan transkrip lelucon-lelucon saya ke polisi,” katanya kepada Variety. Baru setelah polisi menyetujui punchline-nya, mereka akan memberikan izin untuk acara tersebut.

Setelah satu penampilan spesial di mana dia menargetkan dua organisasi Muslim terbesar di Indonesia karena menerima konsesi pertambangan negara (sehingga mengikat diri mereka pada pemerintah Indonesia), enam orang mengajukan laporan polisi yang menuduh Pragiwaksono melakukan penistaan agama.

Dia diinterogasi pada empat kesempatan, masing-masing selama enam jam. Pragiwaksono percaya kampanye melawannya bermotivasi politik dan bahwa wakil presiden (Gibran) berada di baliknya.

“Seminggu setelah spesial itu dirilis, lebih dari 1.000 orang Muslim memadati jalanan untuk memprotes lelucon-lelucon saya, mengatakan bahwa itu adalah penistaan dan merendahkan Islam,” kata Pragiwaksono. “Itu mengejutkan saya karena saya sama sekali tidak berniat merendahkan Islam. Lelucon itu bahkan bukan tentang agama.”

BACA SELENGKAPNYA:

https://x.com/Variety/status/2082848692369809864

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar