Malaysia menyita tiga kontainer Israel di Pelabuhan Tanjung Pelepas

Malaysia telah menyita tiga kontainer lagi yang menuju ke Israel di Pelabuhan Tanjung Pelepas, Johor, menurut laporan Bloomberg, dalam apa yang tampaknya merupakan tingkat pengawasan baru terhadap pengiriman yang ditujukan ke Israel.

Tiga kontainer tersebut ditahan pada 19 Agustus saat dalam perjalanan ke Pelabuhan Ashdod dan berisi suku cadang sepeda listrik dari produsen Tiongkok Chongqing Mobimax Technology Co. Otoritas Malaysia sedang menyelidiki isi kontainer tersebut, dan hingga hampir sebulan kemudian, kontainer-kontainer itu masih berada di pelabuhan.

Penyitaan ini menyusul penahanan satu kontainer lain pada 7 Agustus. Otoritas Malaysia mencurigai kontainer tersebut berisi senjata karena ditujukan untuk Elbit Systems.

Langkah penahanan ini mengacu pada Undang-Undang Kepabeanan Malaysia (Perintah Kastam Larangan Ekspor 2023) yang melarang keras segala bentuk ekspor atau pengiriman barang ke Israel, baik secara langsung maupun tidak langsung. Pemerintah juga menerapkan Strategic Trade Act 2010 untuk memperketat kontrol transit barang sensitif.

Perdana Menteri Anwar Ibrahim menyatakan bahwa Malaysia tidak akan membiarkan negaranya menjadi jalur perdagangan yang dapat mendukung atau berkontribusi pada “kekejaman rezim Israel.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4 komentar