Tidak ada pihak yang akan menyelamatkan Arab Saudi dari konflik Yaman

Joe Kent (Mantan Direktur Pusat Kontraterorisme Nasional Amerika Serikat) di podcast:

Tidak ada pihak yang akan menyelamatkan Arab Saudi dari konflik Yaman, dan cara paling murah untuk membuka kembali jalur Bab el-Mandeb justru adalah langkah yang enggan diambil Riyadh: mencapai kesepakatan dengan kelompok Houthi.

Washington sudah dua kali menolak permintaan Saudi untuk menyerang Houthi.

Ternyata, Pakta Mekkah memuat klausul yang berlaku untuk konflik yang sudah berlangsung sebelumnya.

Hari ini, MBS bertolak ke Kairo, dan menurut sebuah laporan, ia berencana meminta bantuan Israel melalui CENTCOM.

Joe Kent pernah menghabiskan waktu di Yaman pada tahun 2010 dan memiliki gagasan yang lebih hemat biaya. Belum pernah ada pihak yang berhasil menaklukkan suku-suku di wilayah utara—baik Mesir, yang mengalami kekalahan telak layaknya “perang Vietnam” mereka sendiri di sana, maupun Amerika Serikat, yang sempat mencobanya tahun lalu namun akhirnya mundur.

Kelompok Houthi bukanlah al-Qaeda; mereka tidak membajak pesawat untuk melancarkan serangan, dan posisi mereka terhadap Iran lebih tepat disebut sebagai mitra ketimbang sekadar boneka.

Yang mereka inginkan hanyalah wilayah yang selama ini mereka kuasai.

Ali Abdullah Saleh memimpin Yaman selama berpuluh-puluh tahun dengan strategi “menari di atas kepala ular”—yakni menjalin kesepakatan dengan setiap suku.

Saran Kent bagi Riyadh adalah berhenti berpikir ala Barat dan kembali menerapkan cara tersebut:

“Hal itu mungkin ada harganya. Mari kita bayar saja.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar