Mahasiswa calon penegak hukum, tapi kelakuannya begini….

✍🏻Al Fatin

Tiba-tiba banget banyak yang mention saya untuk membahas kisah Fakultas Hukum UI.

Demi kalian nah, akhirnya saya ubek berita sana ini.

Alhamdulillah nemu salah satu VT alumni FHUI yang menjelaskan kasus ini.

βœ… Awal mula kasus ini terungkap berawal dari seorang mahasiswa FHUI yang menyebarkan isi diskusi di WAgrup berisi 16 orang senior FHUI. Siapa tukang cepu ini? Konon namanya Mufti. Gara2 pacarnya ga sengaja membaca perbincangan di WAgrup itu, dan menganggap isinya sangat tidak bermoral. Dia lalu menyuruh Mufti nyebarin.

βœ…Apa isi perbincangan grup yang awalnya diisi oleh orang2 yang saling mencari tahu info kos-kosan itu? isinya: Pelecehan verbal terhadap 20 mahasiswi + 7 dosen perempuan. Para perempuan ini habis-habisan dilecehkan oleh 16 orang itu di grup.

βœ… Yang bikin orang-orang marah, member grup ini bukan cuma senior kampus, tapi juga pejabat kampus. Ada yang ketua angkatan merangkap ketua Penerimaan Mahasiswa Baru 2026. Ada ketua bidang Sosial Politik, dll

βœ… Awalnya, 16 orang ini pede banget kasus mereka ga akan terblow up, karena banyak diantara mereka adalah anak pejabat, anak lawyer dan adek sepupu Asisten Dosen di FH UI.

βœ…Yang bikin salut, petinggi di FH UI segera bertindak cepat. Mereka mengadakan audiensi terbuka di auditorium di malam hari, dan mengumpulkan semua civitas akademika, mulai dari dosen hingga mahasiswa, termasuk korban.

βœ… Awalnya, cuma 2 yang berhasil di seret ke panggung auditorium. 14 orang lainnya ga kelihatan karena berlindung dibalik power orangtua masing-masing. Berkat kerjasama dan tekanan dari semua pihak, akhirnya 14 orang yang tersisa berhasil dihadirkan semua ke auditorium. Dipajang di depan semua mahasiswa

βœ… Tidak ada permintaan maaf tulus dari 16 orang ini. Hanya 1 yang meminta maaf sambil nangis.

βœ… Audiens menuntut 16 orang ini merinci sexual abuse verbal yang sudah mereka lakukan, tapi tidak ada satupun yang berani ngulang.

βœ… Awalnya, pihak kampus melarang acara auditorium dipublikasikan. Tapi ada mahasiswa yang tetap nekat live. Dan akhirnya dibiarkan saja.

Bagaimana kelanjutannya?

Apakah 16 mahasiswa ini kena skorsing atau DO?

Kalau lihat gimana kuatnya backing mereka, kayanya kasus ini sulit diteruskan ke meja hukum

Ngeri sih, calon-calon penegak hukum modelannya begini

Kebanyakan makan uang haram kah?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 komentar