LGBT itu penyakit

LGBT itu penyakit

By Tere Liye

Saya pernah posting beginian, 15 tahun lalu.

META ngamuk. Akun medsos saya di ban berkali-kali. Tapi saya tidak peduli, ban-nya dibuka, saya posting lagi. Dulu seru sekali.

Juga saat saya posting, homo-homo, gay-gay, ngamuk. Pun fans-fans LGBT, simpatisannya ngamuk. Sampai hari ini, masih banyak sisa-sisanya yang benci banget dengan Tere Liye gara-gara ini, lantas dia bawa-bawa isu lain deh, menjelek-jelekkan Tere Liye, nuduh kemana-mana.

15 tahun pun berlalu. Wah wah, kasihan lihat fans-fans LGBT ini. Dunia berubah, bahkan META tidak peduli lagi soal ini. Mereka tidak lagi mem-ban postingan yang menyerang LGBT. Sibuk mem-ban akun-akun yang dukung Palestina, dan atau menyerang israel. Di AS dan Eropa sendiri, yang dulu tahun 2015an jadi kiblat dukungan LGBT, sekarang suram. Bahkan perusahaan-perusahaan yang dulu rajin iklan beginian, sekarang tiarap deh.

Saya kira, mereka dulu mendukung LGBT itu karena prinsip, ternyata karena hitung-hitungan matematis, komersil, saja.

Nah, kalau saya sih, asyiknya nulis atas prinsip, mau 15 tahun berlalu, saya tetap bisa dengan santai bilang:

Bodo amat dengan backlash, cancel dari kalian wahai fans-fans LGBT.

Termasuk jika penerbit-penerbit luar mendadak ilfil dengan Tere Liye.

Menurut saya, LGBT adalah penyakit. Maka, jika kamu termasuk LGBT, bergegaslah berobat, bukan malah pengen nikah sesama jenis diakui, bukan malah pamer kemesraan sesama cowok. Di Indonesia ini, jangankan kalian, yang normal cowok-cewek saja tidak bisa loh bebas pamer kemesraan.

Kalian bisa tinggal bersama-sama masyarakat? Bisa-lah. Tapi lagi-lagi hormati nilai-nilai yang berlaku di sekitar kalian. Bukan malah diam-diam jadi predator, mencari mangsa anak-anak. Bukan malah bikin pesta gay. Pun bukan dengan jejeritan di medsos seolah haus sekali eksistensi. Kamu gay? Berobat. Kalau tidak mau berobat, pilihlah diam. (atau sono kabur ke Tel Aviv surganya LGBT -red)

Kamu tidak gay, tapi malah jadi simpatisan LGBT? Biar terlihat open minded, pendukung kebebasan? Duh, kamu ambyar.

(Tere Liye)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

6 komentar

  1. Ya memang LGBT itu PENYAKIT. Jenis PENYAKIT MENULAR‼️ Mereka cari mangsa yang kelak akan menularkan lagi kepada orang yg normal. Kebenaran alquran terus terbukti. Bahwa hukuman bagi kaum LGBT ini adalah MATI‼️
    Baik LGBT aktif maupun yg jadi korbannya agar memutus rantai penularan virus LGBT

  2. Mestinya sih kalau nemu kasus kaum nabi Luth langsung aja di eksekusi sampe gak berbentuk baru serahin ke aparat. Kaum laknatulloh pembawa penyakit ini luar biasa bejatnya , lha wong malaikat saja mau digarapnya.

  3. Se7 dg Tere Liye
    yg WARAS dukung LGBT > AMBYAAAARRRR
    yg SAKIT LGBT di REZIM TOLONG DI KONDISIKAN>BUANG BUAT MAKAN HIU AJA