Film dokumenter “Pesta Babi” (karya Dandhy Dwi Laksono & Cypri Paju Dale) mengungkap dampak Proyek Strategis Nasional (PSN) berupa pembukaan lahan seluas 2,5 juta hektare di Papua Selatan (Merauke, Boven Digoel, Mappi) untuk biodiesel sawit dan tebu.
Film ini menyoroti perlawanan masyarakat adat (Marind, Yei, Awyu, Muyu) atas perampasan tanah adat dan kerusakan ekologi.
Isi dan Isu Utama Film Pesta Babi:
- Konflik Agraria: Mengisahkan masyarakat adat yang kehilangan tanah leluhur akibat proyek sawit dan tebu raksasa.
- Dampak Lingkungan: Menampilkan kerusakan hutan dan tanah adat Papua.
- Perlawanan Adat: Mendokumentasikan upaya masyarakat lokal mempertahankan ruang hidup mereka.
- Kritik PSN: Mengkritik kebijakan pemerintah pusat yang dianggap mengabaikan hak masyarakat adat atas nama ketahanan energi.
- Keterlibatan Aparat: Menyoroti keterlibatan aparat dalam proyek-proyek di wilayah tersebut.
Film ini merupakan kolaborasi antara Jubi Media, Watchdoc, Ekspedisi Indonesia Baru, Pusaka Bentala Rakyat, dan Greenpeace Indonesia.
Diketahui film ini juga memicu kontroversi dan aksi pembubaran di beberapa lokasi nonton bareng.
MAU NGADAIN NOBAR FILM PESTA BABI?
GAMPANG CARANY!
“Kumpulin 10 orang di kantor, sekolah, pos kamling, tongkrongan, kos-kosan, arisan, pengajian, dll. …udah bisa bikin PESTA BABI,” kata @Dandhy_Laksono di X.







rezim berganti2 tapi kok sami mawon
pada alergi sama kritik
pesta babi.
mungkin yg dimaksud babi itu adalah pejabat rakus dan tamak, persis babi.
ya kan af??