Latar Belakang 3 Kepala BGN: 1. Ahli Serangga, 2. Wartawan, 3. Teknik Mesin

Hingga saat ini Badan Gizi Nasional (BGN) telah dipimpin oleh tiga tokoh dengan latar belakang profesional yang berbeda:

1. Dr. Ir. Dadan Hindayana (Kepala BGN Pertama)

  • Latar Belakang Utama: Akademisi dan Pakar Entomologi (Ahli Serangga).
  • Detail Profil: Beliau merupakan lulusan terbaik Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB) dan meraih gelar Doktor dalam bidang Entomologi Terapan di Leibniz Universität Hannover, Jerman. Sebelum memimpin BGN sejak Agustus 2024, ia aktif sebagai dosen tetap di Departemen Proteksi Tanaman IPB. Masa jabatannya berakhir pada awal Juni 2026 setelah diberhentikan oleh Presiden Prabowo Subianto.

2. Nanik Sudaryati Deyang (Kepala BGN Kedua)

  • Latar Belakang Utama: Wartawan Senior dan Politikus.
  • Detail Profil: Memulai karier profesionalnya sebagai jurnalis di Tabloid Bangkit dan aktif meliput isu sosial-politik. Nanik S. Deyang juga dikenal sebagai orang dekat Prabowo Subianto sejak Pilpres 2019. Ia awalnya menjabat sebagai Wakil Kepala BGN sejak September 2025, sebelum dilantik menjadi Kepala BGN pada 8 Juni 2026. Namun, pada 22 Juli 2026, ia resmi mengundurkan diri demi fokus menjalani pengobatan penyakit jantung.

3. Dr. Sudaryono, B.Eng., M.M., MBA (Kepala BGN Saat Ini)

  • Latar Belakang Utama: Teknik Mesin, Sektor Pertanian, Bisnis, dan Politikus.
  • Detail Profil: Dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto pada 22 Juli 2026 untuk menggantikan Nanik S. Deyang. Sudaryono menempuh pendidikan sarjana S1 National Defense Academy of Japan (2004–2009) — Jurusan Teknik Mesin (Mechanical Engineering). Kemudian melanjutkan S2 di Swiss German University (2015–2018) — Master of Business Administration (MBA) jurusan Manajemen. Pendidikan S3 di IPB Ilmu Manajemen Bisnis. Sudaryono lahir dari keluarga petani di Grobogan menjabat Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI). Di partai, Sudaryono menjabat Wakil Sekjen DPP Partai Gerindra dan Ketua Gerindra Jawa Tengah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 komentar

  1. mbah bowo ga peduli apakah orang yg ditunjuk itu kompeten atau ngga, latar belakang pendidikannya nyambung apa ngga, terpenting dia loyal. program rusak dari awal