Lagu Mas Bahlil Ganteng itu salah satu TAKTIK KOMUNIKASI POLITIK.
Politisi-politisi itu sekarang cenderung ga terlalu berupaya menonjolkan kinerja.
Yang justru mereka cari sekarang adalah EKSPOSURE DAN VIRALITAS
Orang Indonesia itu bukan pemilih rasional.
Banyak yang memilih politisi karena hanya politisi itu yang mereka tahu.
Karena apa? Karena VIRAL.
Alih-alih mengecek visi-misi, rekam jejak dan hubungannya dengan pihak-pihak tertentu.
Contoh:
- Terpilihnya Komeng sebagai anggota DPD dengan suara 5 juta orang.
- Tertinggi se Indonesia
- 10% populasi Jawa Barat!
- Hanya gara-gara fotonya yang unik dan aneh (ditambah nama yang udah dikenal luas).
Juga pemilih 58% karena joget-joget oke gas.
Ini juga yang menjadi alasan kenapa Bahlil masa bodoh dengan orang yang membully-nya.
Ya, justru dia senang karena dia terus viral dan eksposurnya makin tinggi.
Orang Indo itu termasuk social media addicted (kecanduan medsos) loh.
Segala yang viral dari algoritma itu bisa jadi memengaruhi keputusan mereka, termasuk dalam memilih pemimpin.
(@abulmuzaffar10)







gue ih buat lucu lucuan doang … sekaligus sindiran satir aja
yg buat drun yg heboh sendiri drun yg jingkrang2 sendiri drun lalu terakhir yg marah2 sendiri drun, daridulu polanya gitu🤣
drun, yemn, anis…gitu2 aja komen lu…
ciri2 orang kepala kopong 😂😂😂
Dalam buku Influence karya Robert Cialdini ini termasuk dalam prinsip “LIKING”, sederhananya opini publik paling mudah dibentuk bukan dengan kebenaran, tetapi dengan PENGULANGAN, HIBURAN, DAN RASA AKRAB. Tokoh tanpa kualitas bisa tetap dicintai, selama ada cukup BANYAK ORANG YANG DIBAYAR untuk membuatnya tampak menyenangkan.
Dalam buku Influence karya Robert Cialdini ini termasuk dalam prinsip “LIKING”, sederhananya opini publik paling mudah dibentuk bukan dengan kebenaran, tetapi dengan PENGULANGAN, HIBURAN, DAN RASA AKRAB. Tokoh tanpa kualitas bisa tetap dicintai, selama ada cukup BANYAK ORANG YANG DIBAYAR untuk membuatnya tampak menyenangkan
MBG = Mas Bahlil Goblok
BGN = Bahlil Goblok Norak