Dua hasil pemilihan umum yang penting kini menyoroti aliansi internasional Israel.
🇷🇸Di Serbia, Gerakan mahasiswa Serbia (Studentska Lista / Students’ List) berhasil memenangi Pemilu Parlemen Serbia yang digelar pada Minggu, 25 Oktober 2026. Kemenangan bersejarah ini secara resmi mengakhiri 14 tahun dominasi rezim Partai Progresif Serbia (SNS) di bawah pimpinan Aleksandar Vučić. Vučić sendiri telah secara terbuka mengakui kekalahan partainya dalam pemilu dini tersebut.
Aleksandar Vučić, yang mengundurkan diri dari jabatan Presiden Serbia sebelum pemilu digelar dengan harapan akan menjadi Perdana Menteri (tapi akhirnya partainya kalah), dikenal secara terbuka memberikan dukungan kuat kepada Israel dan memposisikan negaranya sebagai salah satu sekutu dekat Israel di Eropa. Hubungan erat ini mencakup bidang diplomasi, perdagangan, hingga kerja sama militer yang intensif. Pemerintahan Vučić sempat menuai sorotan terkait ekspor senjata dari Serbia ke Israel di tengah berlangsungnya genosida di Gaza.
🇧🇷Di Brasil, Presiden petahana Luiz Inácio Lula da Silva berhasil terpilih kembali pada pemilu putaran kedua yang digelar hari Mingggu 25 Oktober 2026 dengan mengalahkan Flávio Bolsonaro—sosok yang pencalonannya didukung secara terbuka oleh penjahat perang asal Israel, Benjamin Netanyahu dan Donald Trump.
Lula telah berulang kali mengecam genosida yang dilakukan Israel di Gaza serta membela hak-hak rakyat Palestina dan hak mereka untuk menentukan nasib sendiri.







