Keunikan Shalat Jum’at di Malaysia

By AZWAR SIREGAR

Ada yang menarik dengan Sholat Jumat di Masjid Kampung Batu Muda-Kuala Lumpur ini.

Pertama, sebelum pelaksanaan Sholat Jumat, ada Tazkirah atau semacam ceramah. Kurang lebih sekitar tiga puluh menit-lah.

Tadi temanya tentang Perang Iran dan perjuangan pembebasan Palestina.

Kurang lebih sama seperti mayoritas kita di Indonesia. Sekalipun beza mazhab, masyarakat Malaysia juga mendukung Iran dan berterima kasih atas keberanian Iran melawan Amerika dan Israel.

Pak Ustadznya juga tadi mengingatkan akan “ramalan” Almarhum Syaikh Ahmed Yassin yang mengatakan Israel akan hilang dari Peta Dunia di tahun 2027.

Pembahasannya tadi cukup up to date. Mulai dari berbagai senjata dan Rudal Iran. Sistem pertahanan dan masalah geopolitik di Timur Tengah.

Keunikan yang kedua. Mimbar buat Khatib modelnya melayang dan menempel di Dinding Masjid.

Lumayan tinggi. Kemungkinan sekitar dua meter. Jadi dibawahnya, bisa tetap digunakan untuk sholat tanpa memotong shaf.

Keunikan ketiga, di Khutbah kedua, ada doa khusus untuk kesehatan Raja Malaysia. Sultan Ibrahim dan Ibu Permaisuri.

Juga doa untuk kedamaian di Asia Barat. Doa buat kejayaan dan keselamatan Malaysia (diam-diam dalam hati, saya sebut juga nama Indonesia).

Nah, ini keunikan yang terakhir. Mau di Malaysia, mau di Indonesia, ternyata sama saja. Selama Tuan Khatib berkhutbah, mata ngantuknya luar biasa. Beberapa kali saya hanpir tertidur.

Ternyata Setan ngga kenal batas Negara. Sepanjang manusia beribadah, selalu saja datang menggoda….

Oh, iya. Ada foto AA GYM di Papan Dinding Masjid. Sepertimya tahun 2024 lalu, AA GYM pernah diundang datang dan ceramah di Masjid ini.

Kita benar-benar Negara serumpun dan bersaudara.

Love u Malaysia… 🇲🇾

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 komentar

  1. Menurut sy itu sih bukan keunikan krn sholat Jumat di sana sama sj. Malaysia menganut mazhab Syafi’i, jd hampir sama pelaksanaannya dg masjid2 NU di sini … penulis kurang jln2 sj ke pelosok

  2. dari sisi shalat Jum’at nya ga ad yg unik tuh.. mungkin unik kerna ad yg baru buat Abang pnulisnya..

    macam mimbar lekat dinding ato doa buat raja & permaisuri (scara Malay negri krajaan)..

    qt ni emank besodara.. ngapein lg treak2 “ganyang malaysia”.. ini yel2 zaman Indonesi masi komunis.. komunis dah dibubarkan.. yel2 nya jg harus ikut bubar..