Kerbau & Minangkabau

Membaca berita ini, saya kaget dan sedih.

Bagaimana tidak?

Kerbau itu adalah bagian penting dari budaya Minangkabau.

Nama Minangkabau itu sendiri adalah berarti “menang kerbau” dari legenda kemenangan anak kerbau Rang Minang melawan sapi jantan panglima tentara Djawa.

Tak sampai di situ, masakan “randang” itu juga aslinya adalah dari daging kerbau.

Kenapa randang dimasak lama begitu?

Itu tak lain karena untuk bikin daging kerbaunya lembut karena yang dipotong adalah kerbau-kerbau tua.

Kenapa kerbau tua?

Itu tak lain karena kerbau itu digunakan untuk membajak sawah dan menarik pedati. Jadi kerbau itu hewan pekerja yang membantu kehidupan Rang Minang.

Makanya aslinya hanya kerbau tua yang dirandang, atau disate.

Sate?

Iya karena “Sate Padang” (padahal aslinya sate itu dari wilayah Pariaman) itu dari daging kerbau juga, jadi direbus lama supaya lembut, dan air rebusannya yang penuh kaldu itu dicampur bumbu dan tepung. Jadi Sate Padang itu kuncinya adalah di kuahnya, di situ gizinya, bukan di daging bakarnya.

Susu kerbau juga dibuat yoghurt khas Minang, yaitu: “dadiah”. Rasanya nikmat sekali karena creamy (kandungan lemak susu kerbau jauh lebih tinggi dari susu sapi), apalagi jika dimakan dengan gula aren.

Jadi kalau sampai kerbau “punah” di negeri ini, maka yang paling rugi itu adalah Rang Minang.

(Arsyad Syahrial)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

9 komentar