Tiyo Ardianto, Wushu, dan Hafidz 30 Juz

✍️Tiyo Ardianto

Semalam, dalam perjalanan menuju Solo untuk diskusi bareng mahasiswa baru Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UNS pagi ini, saya mampir di Warung Ayam Goreng Kalasan “Tanpa Nama” yang terletak di Jl. R. Agil Kusumadya, Kudus.

Di sanalah, saya ketemu dengan Gavrilla, dkk.

Ayahnya menyapa saya, bertanya apakah benar saya “yang-itu”. Saya senyum saja dan Pak Yudi yakin, meskipun sesudahnya mengatakan sesuatu yang sampai sekarang saya terngiang-ngiang.

“Anu, agak ragu tadi, Mas. Soalnya kalau di Tik-Tok itu kelihatannya agak rebes. Tadi kaget, kok, ini bersih,”

Saya ketawa saja sambil bilang bahwa itu memang sengaja supaya dikira aktivis beneran yang kena stigma jarang mandi dan anti minyak wangi. 😂

Singkat cerita, ternyata Pak Yudi, Gavrilla, dkk ini baru kelar lomba wushu tingkat Provinsi Jawa Tengah. Saya ikut bangga karena Gavrilla pulang dengan medali perunggu.

Saya beri pesan sederhana kepadanya: bahwa setiap kemenangan hanya boleh dirayakan sampai besok pukul sepuluh pagi, sesudahnya kita latihan lagi, fight lagi. Kemenangan bisa jadi kekalahan jika terbuai pada perayaan.

Kepada yang belum pulang bawa medali, saya sampaikan bahwa beginilah aslinya kehidupan, lebih sering memberikan kekalahan daripada kemenangan. Jadi, yang menentukan kualitas diri, bukan kalah atau menang, tapi respons kita sesudahnya.

Selain ketemu Gavrilla dkk, saya ketemu dengan Nabil. Dari seragam yang ia kenakan, saya tidak asing, dan segera bertanya: “sudah hapal berapa juz?”

Dengan lirih, tanpa kesombongan, anak kelas 5 itu menjawab: “tiga puluh”. Masya Allah. Saya cium tangannya sebagai bentuk hormat kepada yang mencintai Quran.

Betapa mudah menemukan anak hebat Indonesia.

Semoga tumbuh-kembangnya tidak diganggu oleh hasrat kuasa orang-orang dewasa. Semoga mereka tidak keracunan MBG. Semoga pekerjaan ayah dan ibunya tidak hilang lantaran terdampak oleh kebijakan ekonomi yang awur-awuran.

Semoga kelak mereka tumbuh sebagai pemimpin dan penuntas persoalan.

FB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *