Hari Pertama Sekolah Menjadi Hari Terakhirnya: Israel Tewaskan Gadis Palestina dan Ayahnya dalam Serangan di Gaza

Seorang anak perempuan Palestina dan ayahnya tewas pada hari Ahad (6/9/2026) dalam serangan Israel yang menyasar sebuah kendaraan di Kota Gaza, tepat pada hari yang seharusnya menjadi hari pertama sekolah bagi anak tersebut. Buku-buku sekolahnya ditemukan di antara puing-puing kendaraan yang berlumuran darah.

Sumber-sumber setempat mengonfirmasi bahwa Yousef Akila dan putrinya yang berusia enam tahun, Wafa’a, tewas dalam serangan Israel yang menargetkan kendaraan mereka di sebelah barat Kota Gaza pada hari pertama tahun ajaran sekolah.

Rekaman video dan foto-foto yang beredar di media sosial memperlihatkan kendaraan tersebut rusak parah dan hangus terbakar, dengan buku-buku sekolah sang anak terlihat di antara puing-puingnya.

Bank Target Israel: Anak-anak

Lebih dari 270 anak Palestina tewas dalam serangan Israel di Jalur Gaza sejak dimulainya apa yang disebut sebagai gencatan senjata yang didukung AS.

Menurut Kementerian Kesehatan Palestina, sebanyak 272 anak tewas dalam serangan Israel di seluruh Jalur Gaza hingga 16 Agustus, sementara 1.174 anak lainnya terluka. Di antara para korban juga terdapat 135 perempuan, 39 lansia, dan 819 laki-laki.

Pasukan Israel terus melakukan genosida terhadap warga Palestina dengan secara sengaja menargetkan anak-anak di Jalur Gaza; demikian temuan Komisi Penyelidikan independen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Dalam laporan yang diterbitkan pada bulan Juni, Komisi Penyelidikan independen PBB—yang tahun lalu menyimpulkan bahwa Israel telah melakukan genosida di Gaza—menemukan bahwa pasukan Israel terus melakukan genosida terhadap warga Palestina dengan secara sengaja menargetkan anak-anak di Jalur Gaza.

Laporan tersebut menyatakan bahwa serangan Israel terus menyebabkan “kematian, cedera, dan trauma yang belum pernah terjadi sebelumnya” bagi anak-anak Palestina.

Pada bulan Agustus, badan PBB untuk urusan anak-anak menyatakan bahwa setidaknya 300 anak telah tewas di Gaza dalam kurun waktu sekitar 300 hari sejak apa yang disebut sebagai “gencatan senjata” diumumkan pada 10 Oktober 2025—rata-rata satu anak setiap harinya.

Ratusan anak lainnya terluka, banyak di antaranya mengalami luka parah, demikian pernyataan UNICEF. “Gencatan senjata yang mengakibatkan rata-rata satu anak tewas setiap harinya adalah kegagalan bagi anak-anak,” ujar Edouard Beigbeder, Direktur Regional UNICEF untuk Timur Tengah dan Afrika Utara.

“Anak-anak di Gaza masih menantikan berakhirnya kekerasan yang telah dijanjikan kepada mereka.” Dalam satu serangan di wilayah barat Kota Gaza pada tanggal 2 Agustus, warga menemukan jenazah bayi yang belum lahir dari reruntuhan setelah serangan tersebut menewaskan seorang wanita hamil, suaminya, dan putra mereka yang berusia lima tahun.

Menurut PBB, lebih dari 64.000 anak tewas atau terluka di Gaza antara 7 Oktober 2023 dan 7 Oktober 2025.

Sumber: Quds News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 komentar