Jokowi Tak Mau Kalah dari Prabowo

Berarti, tidak salah, saya mengatakan kemarin bahwa Jokowi tak mau kalah dengan Prabowo. Prabowo diundang Vladimir Putin ke Vladivostok, Rusia, Jokowi sempat-sempatnya mengundang Xanana Gusmao ke Solo, Indonesia.

Mengundang ya, bukan Xanana Gusmao yang sengaja mendatangi Jokowi ke Solo seperti yang lain. Terus, salahnya di mana? Tidak ada yang salah. Cuma kurang elok saja. Sebab, Xanana Gusmao itu bukanlah pensiunan kayak Jokowi. Dia masih menjabat Perdana Menteri Timor Leste.

Kalau pensiunan mah bebas. Tapi karena Xanana Gusmao adalah Kepala Pemerintahan. Seharusnya ada “pakemnya” tersendiri. Apalagi, seperti diakui Menteri Luar Negeri Sugiono, Kemenlu tidak tahu menahu terkait agenda Xanana Gusmao di Solo, dan tak ada rencana bertemu dengan Prabowo.

Tak mau kalah dengan Prabowo, memang faktanya Jokowi tak pernah dikalahkan Prabowo. Dua kali Pilpres, Prabowo selalu kalah dengan Jokowi. Prabowo baru menang saat Jokowi menyelipkan anaknya, Gibran, menjadi pendamping Prabowo.

Setelah mengundang Xanana Gusmao ke Solo, Jokowi juga memamerkan saat ia ditelepon Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, yang tak bisa menemui dirinya saat menghadiri Forum Internasional Penang Peace Dialogue, kemarin.

Jokowi dikabarkan menjadi tamu kehormatan di Forum Internasional Penang Peace Dialogue itu. Forum ini diselenggarakan oleh Commonwealth of World Chinatown (CWC). Sebuah platform global yang terinspirasi dari sejarah kawasan pecinan di Penang dan Singapura untuk menghubungkan komunitas Pecinan di seluruh dunia.

Satu sisi teleponan antara Anwar Ibrahim dan Jokowi adalah bentuk penghormatan/persahabatan Anwar Ibrahim terhadap Jokowi, karena tak bisa menyambut kedatangan Jokowi di Penang, Malaysia. Tapi, di sisi lain, itu juga bisa menunjukkan bahwa acara yang dihadiri Jokowi itu bisa diartikan acara yang tidak terlalu penting bagi Anwar Ibrahim.

Ya, tergantung kita mau melihatnya dari mana. Yang jelas, video telepon antara Jokowi dan Anwar Ibrahim itu memang sengaja disebarkan oleh pihak Jokowi untuk maksudnya sendiri, yang kita tak tahu pasti. Kalau saya melihat, karena Jokowi tak mau kalah dengan Prabowo. Jokowi masih ingin eksis.

(ERIZAL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 komentar

  1. Aris Wijayantolol alias ABAH DUKUN alias ISLAM ABANGAN alias KERE KESOT alias Roy Panci MUNAFIK islamophobia ODGJ akut MABUK ONANI, MABUK KEJAWEN, MABUK CABUL komen: “Bhuahahahaha…huahahahaha…terbukti kan kalau junjungan sekaligus sesembahan ku si Jokodok plonga plongo raja ngibul Mulyono itu SAKTI⁉️
    Kadrun sih gak percaya sudah ku bilangin…JLEBBB‼️

    Netizen Cerdas: “Ya…ya…ya…kami paham sih Ris. Paham kalau kowe itu ODGJ AKUT‼️
    Ngoahahaha…😜😂😝🤣

  2. Kalo orang-orang Sumatera ke Penang itu pergi berobat, karena RS dan Dokternya disana pelayanan baik sekali, umumnya para pasien yang berobat merasa sangat puas sekali. Kalo Jokowie kesana apa mau berobat jugakah.😄🤭😄

  3. fakta nya semakin hari semakin jelas, wiwi lebih eksis dibanding wowo walaupun tidak menjabat lagi sebagai presiden. memang tidak ada larangan seseorang (mantan presiden) dihormati dan dihargai oleh petinggi negara sahabat, dan setiap manusia punya hak untuk menilai berdasarkan prestasi yang pernah diukir (berdasarkan fakta), bukan sekedar halusinasi basi si si si… akankah terwo berpaling atau ikut tenggelam lam lam lam……

    aku hanya ingin gelar tiker menyaksikan tontonan yang akan membuat kondisi semakin gaduh duh duh duileh 😂😂