Kepala Mossad memecat dua pejabat senior terkait kegagalan rencana “perubahan rezim” di Iran

Direktur Mossad Israel, Roman Gofman, telah memecat dua pejabat paling senior badan intelijen tersebut yang terkait dengan rencana ambisius namun tidak terealisasi untuk menggulingkan kepemimpinan Islam Iran, menurut laporan Channel 12 berbahasa Ibrani.

Kedua pejabat tersebut adalah kepala Direktorat Intelijen Mossad—yang baru menjabat pada bulan Desember—dan kepala Divisi Iran di badan tersebut.

Nama keduanya tidak disebutkan dalam laporan tersebut.

Sumber keamanan mengatakan kepada Channel 12 bahwa kedua orang tersebutlah yang merancang dan menyusun proposal rahasia itu, yang kemudian dipresentasikan kepada Presiden AS Donald Trump.

Rencana tersebut membayangkan pasukan darat Kurdi memasuki Iran di bawah perlindungan udara yang kuat dari Israel dan Amerika, dengan bantuan kelompok minoritas Iran untuk menggulingkan kepemimpinan ulama dan menempatkan tokoh-tokoh alternatif.

Laporan sebelumnya mengindikasikan bahwa mantan presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad sempat dibahas sebagai calon pengganti, meskipun elemen rencana itu kabarnya gagal setelah serangan Israel yang bertujuan membebaskannya dari tahanan rumah justru melukainya dan menimbulkan keraguan.

Gofman, yang mulai menjabat pada awal Juni 2026 setelah sebelumnya bertugas sebagai sekretaris militer Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, disebut meminta pertanggungjawaban kedua pejabat tersebut karena rencana itu tidak pernah dilaksanakan di lapangan sebagaimana mestinya.

Para pejabat menggambarkan pergantian posisi ini sebagai kesepakatan bersama akibat kurangnya kecocokan kerja dengan direktur baru sejak awal, serta menyebutnya sebagai bagian dari reorganisasi Mossad yang lebih luas.

Kedua individu tersebut diperkirakan akan tetap berada di badan intelijen itu dalam kapasitas lain.

Laporan Channel 12 menekankan bahwa kedua pejabat tersebut telah memberikan “kontribusi tak ternilai bagi keamanan Israel.”

Salah satu sumber yang mengkritik keputusan tersebut mencatat bahwa Gofman sendiri merupakan pendukung utama upaya yang disebut sebagai “perubahan rezim” terhadap Teheran.

Langkah ini diambil di tengah ketegangan regional yang terus berlanjut dan menyusul pergantian kepemimpinan sebelumnya di badan tersebut, termasuk kepergian wakil direktur yang telah lama menjabat.

Saat pelantikan Gofman, Netanyahu mengatakan kepada direktur baru tersebut bahwa ia akan “menghapus rezim Iran dari muka bumi.”

Gofman sendiri pernah berbicara mengenai pukulan telak yang dialami “poros Syiah” Iran dan kabarnya telah menjajaki pendekatan baru untuk melemahkan pemerintahan Teheran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *