KEHABISAN UANG

NEGARA yang 80% PENDAPATANNYA dari PAJAK, sedang KEHABISAN UANG karena BOROS (RATUSAN TRILIUN UNTUK MBG DAN KOPDES).

NEGARA itu lalu MENGGENJOT PENARIKAN PAJAK agar ada cukup uang untuk DIHAMBURKAN lagi.

***

Direktorat Jenderal Pajak (DJP) mengubah pola pengawasan kepatuhan wajib pajak dengan membangun jejaring informasi hingga tingkat desa.

Dalam sistem baru ini, DJP tidak hanya mengandalkan petugas pajak. Babinsa dan Bhabinkamtibmas juga dilibatkan untuk membantu memetakan potensi perpajakan di lapangan.

Kebijakan tersebut diatur dalam Surat Edaran (SE) Nomor SE-8/PJ/2026 tentang Pedoman Pengawasan Kepatuhan Wajib Pajak.

Pengawasan tidak lagi hanya bertumpu pada data administrasi. DJP kini menghimpun informasi langsung mengenai aktivitas ekonomi di setiap wilayah kerja kantor pajak.

Data tersebut akan digunakan untuk memperbarui basis data perpajakan, sekaligus mengidentifikasi potensi wajib pajak baru. Nantinya, petugas pajak dapat membangun jejaring informasi melalui Babinsa dan Bhabinkamtibmas.

Selain itu, DJP memanfaatkan berbagai metode lain, seperti penyisiran lapangan (canvassing), kunjungan langsung, teknologi remote sensing, web scraping, penelusuran media, telaah jurnal atau karya ilmiah, analisis data yang belum teridentifikasi, bedah wajib pajak, bedah kawasan ekonomi, mirroring hasil pemeriksaan atau penyidikan, serta kerja sama melalui taxation partnership.

Sumber: KOMPAS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

16 komentar

  1. pajak di genjot, korupsi jalan terus, bahkan yang dibawah mata president, uang dihamburin program gak jelas dan gak resonan sama masyarkat

  2. negara dgn SDA melimpah kok ngandelin pajak sbg sumber pendapatan utama. kemana semua itu hasil ngeruk bumi, mbabat hutan, sama bagi hasil konsesi? cuma jadi banjir & petaka buat warga?

    1. semua hasil sda itu ya dalam bentuk pajak, kalau gangerti diam aja, tambang2 dan perkebunan itu bayar pajak besar sesuai jumlah yg ditambang, bukan dalam bentuk hasil tambang, paham?

        1. percuma kadrun gw capek2 pakai data dan sumber soal sejarah kebiadaban ottoman tetap aja denial dan kabur, kadrun itu benci fakta!!!!!

          1. percuma adu argumen sama org GOBLOK,,,,

            negeri lu sendiri aja ruwet, pejabatnya banyak yg korup, presidennya omon2,,, malah bawa2 kerusakan ottoman…
            L.O.L

      1. @?.. yg dimaksud bang orang awan ini mungkin yg BUMN bang..!! bukan yg swasta..
        ☝🏻👇
        klo yg swasta.. qt dpt pajaknya.. laba/profit y milik mreka..
        klo yg BUMN.. laba/profitnya milik negara.. nahh ini.. mana..!!??
        ☝🏻👇
        ni penjelasan yg simpel aj y bang.. detailnya y carilah sendiri..!!
        ✌🏻😅

    1. Lah lo ngapain rajin komen rasis di sini ini kan portal nya kadrun kritis, kalo lo bukan kadrun & ga terima sana nyampur blog kaum sesama kapir rasis lainnya.