Abu Anak Krakatau Menyebar ke 5 Provinsi

Badan Geologi Kementerian ESDM mengonfirmasi bahwa abu vulkanik dari erupsi hebat Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda telah menyebar di atmosfer hingga ke 5 provinsi di Indonesia

Berdasarkan analisis data dari PVMBG melalui MAGMA Indonesia, VAAC Darwin, serta citra satelit Himawari-9 BMKG, berikut adalah lima provinsi yang terdampak sebaran abu tersebut:

  • Banten
  • DKI Jakarta
  • Jawa Barat (sebagian wilayah)
  • Lampung
  • Bengkulu

Dampak dan Situasi Terkini

Erupsi beruntun yang meningkat signifikan sejak 5 September 2026 ini menyebabkan sebaran abu vulkanik bergerak ke berbagai arah tergantung ketinggian kolom abu. Pada ketinggian rendah hingga 20.000 kaki, abu bergerak ke tenggara-selatan (mencakup Banten dan Jawa Barat), sedangkan pada ketinggian hingga 50.000 kaki abu bergerak ke barat daya-barat laut (menjangkau Lampung hingga Bengkulu).

Bandara Soetta-Lampung Masih Ditutup hingga Jam 9 Pagi

Dampak dari sebaran abu ini dilaporkan telah mengganggu sejumlah operasional penerbangan hingga memicu penutupan sementara beberapa bandara.

Penutupan beberapa bandara imbas abu vulkanik Gunung Anak Krakatau diperpanjang hingga Senin 7 September 2026 pukul 09.00 WIB pagi ini. Bandara yang ditutup sementara:

  • Bandara Soekarno-Hatta Tangerang
  • Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta
  • Bandara Radin Inten II Lampung
  • Bandara Husein Sastranegara Bandung
  • Bandara Budiarto Curug Tangerang
  • Bandara Pondok Cabe Tangerang Selatan
  • Bandara Taufik Kiemas di Pesisir Barat Lampung
  • serta Bandara Atung Bungsu di Pagar Alam Sumsel.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan, pengoperasian kembali bandara terdampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau akan dilakukan ketika keselamatan sudah dapat diketahui secara pasti.

Warga di wilayah terdampak, seperti Jakarta, Sukabumi, Bogor, Bandung juga mulai melaporkan adanya hujan abu tipis yang membuat kendaraan berdebu serta mengganggu pernapasan.

Pemerintah mengimbau masyarakat di provinsi terdampak untuk membatasi aktivitas di luar ruangan. Jika terpaksa harus keluar rumah, pastikan untuk selalu menggunakan masker dan pelindung mata guna menghindari dampak buruk abu vulkanik bagi kesehatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar