Kata Salapi bodoh “Kalau Banjir Bandang Itu Karena Hutan Gundul, Kenapa Timur Tengah Padang Pasir Tandus Tidak Pernah Banjir Bandang?”

๐Š๐š๐ฅ๐š๐ฎ ๐๐จ๐๐จ๐ก, ๐ƒ๐ข๐š๐ฆ!

โœ๐ŸปArsyad Syahrial

Saya heran lah sama para PENDAKU Salafiyy ini. Mereka ini sudahlah bodoh, namun suka bicara dengan sok yakin.

Coba lihat Lampiran #1 di atas, seseakun PENDAKU Salafiyy ini hendak mengatakan bahwa banjir BUKAN karena penggundulan hutan, tapi karena dosa. Perbandingannya adalah Arab Saudi yang menurutnya tak pernah banjir bandang, padahal tak ada pohon.

Baiklahโ€ฆ

Pada Lampiran #2 adalah berita tentang banjir di Makkah tepat sebulan lalu. Videonya ada di Lampiran #3.

Bahkan di 2025 ini Makkah dilanda 2x banjir yaitu di bulan Januari โ€“ lihat Lampiran #4.

Banjir juga terjadi di 2022 โ€“ lihat Lampiran #5

Kemudian foto pada Lampiran #6 adalah banjir besar di tahun 1941.

BTW, saya sendiri melihat bagaimana dahsyatnya flash flood di Makkah itu ketika berแธฅajji di tahun 2005. Foto sisa-sisa banjir di depan apartemen saya di daerah Azizia ada di Lampiran #7.

Setiap daerah itu telah Allลh ๏ทปโ€Ž tentukan kadarnya.

Indonesia itu daerah tropis, maka Allลh taqdirkan curah hujan tinggi, dan kompensasinya Allลh tumbuhkan hutan. Jika manusia merusak kompensasi itu dengan menebang pohon di hutan, sementara hujan tetap segitu, maka ya banjir.

Adapun Jazirah ร€rab dan Timur Tengah itu gersang, jarang pohon, maka curah hujan juga Allลh taqdirkan kurang. Namun bukan berarti tak ada banjir, tetap ada.

Jadi tak bisa dikaitkan langsung dengan dosa, karena itu perkara ghoib yang butuh wahyu untuk memastikannya.

Demikian.

Komentar