JK vs Geng Solo

Juru damai konflik agama, diserang, difitnah, dimanipulasi, dipolisikan dengan tuduhan melecehkan agama.

Semua orang yang paham sejarah pasti akan berterima kasih kepada JK. Diantara 11 konflik bersenjata dalam negeri, hampir semuanya diselesaikan lewat operasi militer. Hanya 3 konflik yang diselesaikan dengan perdamaian: Poso, Ambon, Aceh. Ketiganya didamaikan JK.

Terutama konflik Poso dan Ambon. Kecenderungan melibatkan isu SARA, kecenderungan agama. JK dengan pola pikir kenegaraan, humanis, solutif, hadir merangkul semua pihak. Melibatkan, melobi tokoh agama, tokoh adat, tokoh rakyat. Cari jalan keluar perdamaian. Perundingan dan damai.

Bahkan beliau gunakan uang pribadinya miliaran rupiah untuk operasional beliau sebagai juru kunci damai.

Kini potongan ceramah beliau dipelintir, di-dekontektualisasi, dimanipulasi seolah melecehkan agama. Ingat beliau adalah mediator, juru damai konflik agama. Sangat paham untuk tidak melecehkan agama tertentu.

Mari kita tanya pada mereka, para buzzer yang memanipulasi, menuduh, bahkan mempolisikan beliau dengan tuduhan melecehkan agama, apa yang sudah mereka lakukan untuk menjaga kerukunan agama, persatuan bangsa dan konflik agama mana yg sudah mereka damaikan?

Mari kita bertanya pada geng Oslo, PSI dan para buzzernya?

Justru mereka biang perpecahan rakyat. Manfaatkan agama sebagai komoditas politik, lahirkan adu domba, saling serang opini yang berujung pada kohesi sosial, termasuk kesenjangan umat beragama dalam negeri. Inilah pelecehan agama yang sesungguhnya.

Bahkan untuk selembar ijazah saja, bertahun-tahun dibuat polemik. Merusak persatuan, perpecahan bangsa. Merugikan semua pihak. Tinggal tunjukan ijazahnya, kalau memang asli, beres masalah.

Ini malah kayak preman. JK hanya minta agar ijazah asli tuannya ditunjukan, para Termul, termasuk PSI, Ade Armando dkk, malah memanipulasi potongan video ceramah beliau lalu dipolisikan.

Terlalu kotor dan berduit cara mainnya. Tentu saja berdasarkan order sang majikan. Saya gak pengen nulis nama majikannya, takut dipolisikan pakai UU ITE & KUHP.

Paling tidak, lewat peristiwa ini, rakyat dapat melihat secara terang, siapa negarawan, siapa begundal.

(Faisal Lohy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar

  1. geng SOLO LAKNATULLOH
    RAJA NGIBUL
    TUKANG KISRUH
    MUNGKIN NEGERI INI AMAN TANPA IBLIS2 LAKNAT MACAM JOKIBUL