Israel terus melanjutkan pemboman di Gaza tewaskan 8 orang, walaupun Trump sudah umumkan kesepakatan pelucutan senjata Hamas

Serangan udara Israel terus berlanjut di Jalur Gaza dan menewaskan sedikitnya delapan orang dalam serangan semalam, Sabtu 1 Agustus 2026.

Serangan bom Israel menghantam rumah-rumah di Gaza dua hari setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan kesepakatan pelucutan senjata (disarmament) Hamas melalui lembaga buatannya, Board of Peace.

Detail Korban Jiwa dalam Serangan Terbaru

Otoritas pertahanan sipil di Gaza melaporkan rincian korban akibat serangan yang terjadi sekitar tengah malam tersebut:

  • Deir el-Balah (Gaza Tengah): Sepasang suami istri tewas dan beberapa lainnya luka-luka akibat serangan helikopter militer Israel yang menyasar sebuah apartemen.
  • Gaza City: Seorang pria lanjut usia dan seorang anak-anak tewas dalam serangan terpisah di wilayah barat kota.
  • Khan Younis (Gaza Selatan): Tiga orang, termasuk seorang anak-anak, tewas akibat serangan udara yang menghantam apartemen di sisi barat laut kota.
  • Kerusakan Fasilitas Medis: Pasukan Israel juga menghancurkan gudang pasokan medis di Al-Aqsa Martyrs Hospital di Gaza Tengah, yang memicu kecaman keras dari Kementerian Kesehatan setempat. Militer Israel berkilah bahwa fasilitas tersebut digunakan oleh Hamas sebagai gudang senjata.

Rencana Pelucutan Senjata Trump dan Realitas di Lapangan

Serangan mematikan ini terjadi hanya dua hari setelah Donald Trump mengumumkan bahwa badan bentukannya, Board of Peace, berhasil mencapai kesepakatan “historis” mengenai pelucutan senjata total Hamas dan penarikan bertahap pasukan Israel dari Gaza.

Namun, realitas di lapangan menunjukkan hambatan besar akibat krisis kepercayaan dan perbedaan syarat dari kedua belah pihak:

  • Sikap Hamas: Hamas menyatakan bersedia menyerahkan dan menyimpan senjata berat mereka di bawah kendali komite pemerintahan transisi Palestina. Namun, mereka menegaskan tidak akan melucuti senjata sebelum Israel menghentikan total operasi militer dan menarik seluruh pasukannya.
  • Sikap Israel: Pemerintah Israel di bawah PM Benjamin Netanyahu belum memberikan pernyataan resmi. Kendati demikian, pejabat diplomatik Israel menegaskan bahwa militer tidak akan mundur sejengkal pun dari posisi mereka di Gaza sebelum Hamas melakukan proses pelucutan senjata yang “nyata”. Sementara itu, Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir secara terbuka menolak kesepakatan tersebut dan mendesak militer untuk terus menargetkan para pemimpin Hamas.
  • Pelanggaran Gencatan Senjata: Meskipun kesepakatan gencatan senjata awal telah ditandatangani sejak Oktober tahun lalu, implementasinya terus dinodai kekerasan. Lebih dari 1.200 warga Palestina tercatat tewas akibat serangan Israel selama periode gencatan senjata yang rapuh ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar