Menteri Kebudayaan Israel Akan Mencabut Kewarganegaraan 2 Sutradara Film NAZA Yang Mengungkap Pembunuhan Massal Warga Sipil di Gaza

Menteri Kebudayaan Israel Miki Zohar mengatakan pada hari Minggu (13/9/2026) bahwa ia akan bekerja untuk mencabut kewarganegaraan dua sutradara asal Israel, Yuval Abraham dan Rachel Szor, setelah film dokumenter terbaru mereka yang berjudul “NAZA” meraih penghargaan Special Jury Prize di Venice Film Festival 2026.

Film tersebut mengungkap “pembunuhan massal yang direncanakan” Israel terhadap warga sipil Palestina di Gaza dan menampilkan kesaksian dari perwira intelijen IDF serta tentara.

Melalui pernyataan resminya di media sosial X pada 13 September 2026, Zohar mengecam keras film tersebut sebagai karya yang “keji” dan menuduh kedua pembuat film telah melakukan “pengkhianatan terhadap negara” demi mendapatkan pujian dari audiens internasional.

Berikut rincian dari kasus dan latar belakang dokumenter tersebut:

Konten Dokumenter “NAZA”

  • Kesaksian Militer: Film ini menampilkan wawancara rahasia dengan 24 mantan perwira intelijen militer serta tentara Israel (IDF). Para narasumber membeberkan sistem penargetan berbasis kecerdasan buatan (AI).
  • Tuduhan Pembunuhan Massal: Dokumenter ini menyoroti apa yang digambarkan sebagai pembunuhan massal warga sipil Palestina secara terhitung dan terencana melalui kebijakan pengeboman rumah warga.
  • Makna Nama Film: Judul “NAZA” diambil dari akronim militer berbahasa Ibrani yang digunakan oleh intelijen Israel sebagai eufemisme untuk collateral damage atau perkiraan jumlah warga sipil yang kemungkinan akan tewas dalam sebuah serangan udara.

Pencapaian Internasional & Respons Publik

  • Tayang Perdana: Film dokumenter tentang Gaza yang berjudul NAZA tayang perdana di Festival Film Venesia ke-83 di Italia pada hari Kamis, 10 September 2026.
  • Rekor Standing Ovation: Saat tayang perdana di Venesia, film garapan bersama The Guardian ini mendapatkan tepuk tangan penghormatan (standing ovation) selama hampir 25 menit, mencetak rekor durasi apresiasi terlama dalam sejarah festival tersebut.
  • Pemberian Penghargaan: Pada malam penutupan festival, film ini dianugerahi penghargaan juri khusus (Special Jury Prize).
  • Tanggapan Sutradara: Saat menerima penghargaan, Yuval Abraham menyatakan kekecewaannya terhadap para politisi dan jurnalis Israel yang langsung menyerang film tersebut tanpa melihatnya terlebih dahulu. Ia menegaskan bahwa menolak dan menyangkal kejahatan justru akan membuat kejahatan itu terus berlanjut.

Konteks Hukum di Israel

Meskipun Zohar berkomitmen untuk segera mencabut kewarganegaraan Abraham dan Szor, prosedur hukum di Israel mengharuskan adanya persetujuan berjenjang yang ketat. Untuk mengeksekusi pencabutan kewarganegaraan atas dasar “pelanggaran loyalitas” atau pengkhianatan, pengajuan harus diajukan oleh Menteri Dalam Negeri, disetujui oleh Menteri Kehakiman, dan pada akhirnya divalidasi oleh putusan pengadilan.

Selain Zohar, pejabat sayap kanan seperti Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir juga melontarkan kecaman keras dengan menyebut kedua sutradara tersebut sebagai “aib bagi seluruh rakyat Israel”. Di sisi lain, pihak militer Israel (IDF) membantah klaim dokumenter tersebut dan menyatakan bahwa kesaksian anonim di dalam film tidak dapat diverifikasi keabsahannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *