Sekitar 100 ibu-ibu di Yogyakarta menggelar aksi protes sambil memukul panci. Mereka menuntut agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) dihentikan.
Aksi protes dilakukan pada Selasa, 8 September 2026. Gerakan yang dinamakan Aksi Damai “Jalan Sore Pukul Panci” ini diinisiasi oleh kelompok masyarakat sipil Suara Ibu Indonesia DIY.
Mereka melakukan long march dari Tugu Golong Gilig hingga Bundaran UGM sambil membunyikan alat-alat dapur sebagai simbol protes dan alarm darurat bagi pemerintah.
“Ribuan anak keracunan MBG, bahkan sampai berakibat fatal, bagaimana tidak tergerak hati saya?” kata salah satu peserta aksi, Etty.
Mengapa Panci Menjadi Simbol Protes?
Menurut aktivis Suara Ibu Indonesia, Kalis Mardiasih, panci adalah alat domestik yang biasa digunakan ibu untuk memasak makanan sehat di rumah. Ketika panci-panci tersebut dibawa ke jalanan dan dipukul hingga penyok, hal itu melambangkan kemarahan dan hilangnya rasa aman para ibu terhadap jaminan kesehatan anak-anak mereka akibat program pemerintah.
Tiga Tuntutan Utama Aksi
Berdasarkan data lapangan, para demonstran membawa tiga poin tuntutan besar kepada pemerintah:
- Hentikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG): Mereka mendesak agar program ini disetop total karena maraknya kasus keracunan massal. Data dari Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) mencatat korban keracunan MBG sejak 2025 hingga September 2026 telah menembus 43.838 siswa, namun belum ada pihak yang dimintai pertanggungjawaban hukum secara jelas. Ibu-ibu menuntut anggaran ratusan triliun tersebut dialihkan untuk mitigasi bencana berkelanjutan, sektor pendidikan, dan perbaikan fasilitas sekolah.
- Stop Intimidasi terhadap Masyarakat Sipil: Mereka menuntut jaminan keselamatan bagi warga, orang tua, maupun aktivis yang menyuarakan kritik atau melaporkan kasus keracunan MBG agar tidak dibungkam secara represif.
- Tolak Konflik Horizontal: Mereka mendesak agar pemerintah atau pihak tertentu tidak menggunakan politik adu domba atau membenturkan antarkelompok masyarakat demi meredam protes publik atas kegagalan tata kelola program ini.
Aksi ini merupakan bentuk konsistensi mereka, mengingat gerakan serupa dengan tuntutan yang sama juga pernah mereka gelar pada tahun 2025 lalu.
[VIDEO]








Komen gerombolan TerMul dan TerWo BabRun JANCUK PKI: “ini pasti ibu² dari kelompok kadrun yg jumlahnya se Indonesia cuma minoritas alias cuma 20% aja yg gak suka. Selebihnya suka aja tuh dg MBG walau anaknya KERACUNAN. Karena urusan keracunan, hidup dan mati itu kan urusan Tuhan berupa TAKDIR yang sdh ditetapkan Tuhan. Paham gak kadrun⁉️
Netizen Cerdas: “Ya kami paham kalian memang ODGJ semua‼️
Ngoahahaha…🤣😝😂😜
Up:
1. Anonim TerWo BabRun (Akal Nol, Otak miNim Ternak GendruWo Wowo Babi guRun)
2. Federico Valverde preman KAMPUNGAN GUOBLOKKKK alias Judi Belingham, ST.,M.Si (Semakin Tolol, Makin Sinting)
yg membagongkan SPPG nya di suspend tapi insentif 6 juta sehari masih dikasih
mending buat terwo af dran-drun cs 🤣🤣🤣
kesian rajin nongkrong disini cuman cari rp.5.000 / komen 😂😂😂