



Sepanjang bulan Agustus hingga awal September 2026, kasus keracunan massal akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) mengalami lonjakan yang sangat signifikan.
Bahkan hanya dalam waktu 72 jam (3 hari) di awal September, tercatat penambahan sekitar 1.642 hingga hampir 2.000 korban baru anak-anak dan guru yang tersebar di beberapa daerah, termasuk salah satu kasus terbesar di Rembang (777 korban) dan Sidoarjo (748 korban).
Jika dihitung total secara keseluruhan sejak program ini digulirkan (akumulasi dari tahun 2025 hingga September 2026), data surveilans menunjukkan angka korban telah menembus lebih dari 43.000 hingga 50.000 orang di 36 provinsi.
Di tengah tragedi keracunan massal MBG, bahkan ada yang sampai kena ginjal, ada juga yang siswa berprestasi hilang ingatan 70% gara-gara keracunan MBG, ehhh Kepala BGN Sudaryono malah memposting seakan MBG makanan yang sangat superpower bagi anak-anak. Entah dimana nuraninya.
“Bikin konten model kayak gitu di saat ribuan anak keracunan dan ribuan orang tua menderita. Bengis,” ujar A. Ainur Rohman @ainurohman.
“Syarat jadi ketua BGN emang harus nirempati yaa, sakit jiwa semua. Membusuklah kalian semua wahai pencetus, pelaksana, penyelenggara dan semua yang kecipratan dana program laknat ini Aamiin Allahumma Aamiin Yaa Rabbal Alaamiin,” komen @Abrarraden.








oalah dar dar, apakah kelakuan nyelenehmu itu akibat pernah makan arem² basi?
terwo: tenang…belom ada yg mati
ini berkaitan dengan masalah kesehatan dan kematian manusia. Jika ada masalah, tentunya program ini harus berhenti…
ridho MBG buat pejabat CEO negara, tapi stop menjadikan anak2 sbg tumbal