




Kasus keracunan massal program Makan Bergizi Gratis (MBG) terjadi pada Kamis, 13 Agustus 2026, dan berdampak pada ratusan siswa di Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara.
Berdasarkan data investigasi, total korban mencapai 361 siswa yang tersebar di beberapa sekolah.
Sekolah yang paling terdampak adalah SMA Negeri 1 Berastagi (202 murid), disusul oleh SMA Swasta Bersama dan SMK Swasta Bersama.
Berikut adalah poin-poin penting terkait perkembangan kasus tersebut hingga September 2026:
1. Gejala dan Kondisi Korban yang Serius
- Para siswa dilarikan ke beberapa rumah sakit terdekat (seperti RS Amanda Berastagi, RS Efarina Etaham, dan RSU Kabanjahe) setelah mengeluhkan mual, muntah, pusing, mulut gatal, sesak napas, hingga kejang-kejang usai menyantap menu MBG.
- Beberapa korban dengan kondisi penurunan kesadaran yang cukup serius terpaksa dirujuk ke Rumah Sakit Haji Medan.
- Salah satu kasus yang menjadi perhatian publik pada awal September adalah seorang siswi berprestasi sekaligus Wakil Ketua OSIS berinisial FP. Ia dilaporkan mengalami kejang hebat, tidak sadarkan diri, hingga mengalami gejala kehilangan ingatan akibat komplikasi pasca-keracunan.

2. Penyebab dan Sumber Makanan
- Hidangan MBG tersebut dipasok oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Manunggal Kartika Jaya yang berlokasi di dapur Kodim. Dapur ini melayani pemenuhan makanan untuk lebih dari 2.900 penerima manfaat di wilayah tersebut.
- Investigasi awal dari Badan Gizi Nasional (BGN) dan Tim Labfor Polda menunjukkan adanya kelalaian dalam pengolahan dan penyimpanan bahan pangan, khususnya komoditas ikan.
3. Sanksi dan Tindakan Pemerintah
- Penutupan Dapur & Pencopotan Jabatan: Kepala BGN, Sudaryono, langsung menutup sementara operasional dapur SPPG tersebut dan mencopot Kepala SPPG Berastagi dari jabatannya atas dugaan kelalaian prosedur.
- Evaluasi Program: Kasus berskala besar di Berastagi ini (bersama dengan temuan kasus serupa di daerah lain seperti Sidoarjo) memicu pengawasan ketat terhadap ribuan dapur MBG nasional yang belum memenuhi Sertifikat Higiene dan Sanitasi Pangan.
4. Tuntutan dan Reaksi Orang Tua
Momen kunjungan Kepala BGN ke rumah sakit diwarnai suasana emosional. Sejumlah orang tua melayangkan protes keras dan mendesak transparansi mengenai jenis zat atau racun spesifik yang terkandung dalam makanan. Selain itu, banyak siswa yang mengalami trauma mendalam dan menyatakan menolak atau takut untuk mengonsumsi menu program MBG lagi di masa mendatang.
HASIL LAB 

Analisa Hasil Lab oleh dr. Ferry Kusmalingga di Threads
link: https://www.threads.com/@dr.ferrykslg/post/DdA1q7sko7L








kalimat terakhir dari dr. ferrykslg menyentuh hati bagi yang punya hati normal “satu kasus keracunan sudah terlalu banyak. saya berharap tidak ada lagi kasus seperti ini. anak anak adalah mutiara hati setiap orang tuanya”.
ini hoax….
…..kata AF
tanggung jawab itu