Mamdani merilis 170.000 halaman dokumen rahasia pasca serangan 9/11 yang selama ini ditutupi pemerintah

Walikota New York City, Zohran Mamdani, secara resmi merilis sekitar 170.000 halaman dokumen rahasia yang mengungkap kondisi kualitas udara beracun di sekitar Ground Zero pasca-serangan 9 September 2001 (9/11).

Langkah transparansi ini dilakukan pada 8 September 2026, hanya beberapa hari sebelum peringatan 25 tahun tragedi 9/11.

Dokumen-dokumen ini membuktikan bahwa pejabat kota saat itu sebenarnya mengetahui bahaya udara beracun namun memilih untuk meminimalkan risiko atau bahkan membohongi warga demi mengembalikan situasi kota ke kondisi “normal” secepatnya.

Akibatnya jumlah kematian akibat penyakit terkait paparan racun 9/11 (seperti kanker dan masalah pernapasan kronis) telah melebihi jumlah korban tewas pada hari serangan itu sendiri.

Berikut adalah poin-poin utama dari perilisan rekam medis dan data lingkungan tersebut:

Poin Penting Dokumen yang Dirilis

  • Bukti Kebohongan Pejabat: Data tersebut menunjukkan bahwa zat berbahaya seperti asbes ditemukan “hampir di mana-mana” di sekitar lokasi runtuhnya Menara Kembar World Trade Center (WTC).
  • Dampak Kesehatan yang Masif: Walikota Mamdani menegaskan bahwa banyak warga dan petugas penyelamat jatuh sakit karena mereka memercayai pemimpin yang meyakinkan mereka bahwa udara aman untuk dihirup. Hingga saat ini, jumlah kematian akibat penyakit terkait paparan racun 9/11 (seperti kanker dan masalah pernapasan kronis) telah melebihi jumlah korban tewas pada hari serangan itu sendiri.
  • “Harding Memo” dan 68 Kotak Arsip: Dokumen ini berasal dari 68 kotak arsip pemerintah kota yang baru ditemukan tahun lalu, termasuk memo internal penting (seperti Harding Memo) yang menunjukkan upaya membatasi tanggung jawab hukum pemerintah kota.
  • Portal Publik Gratis: Pemerintah NYC telah meluncurkan portal khusus online agar masyarakat dapat mengakses dan mengunduh seluruh dokumen tersebut secara gratis. Kota juga menempatkan personel khusus untuk membantu korban mengajukan kompensasi dan program kesehatan federal.

Aktivis kemanusiaan dan pembawa acara terkenal Jon Stewart turut hadir dalam konferensi pers tersebut. Ia mengkritik keras penundaan informasi ini dengan sindiran bahwa pemerintah telah sukses “mengubur informasi berharga tersebut selama 25 tahun” demi memprioritaskan pemulihan ekonomi dibanding kesehatan publik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *