Kelompok Houthi di Yaman berhasil merebut Pulau Mayun (Pulau Perim) yang berposisi sangat strategis di Selat Bab al-Mandeb setelah pasukan pemerintah yang didukung Arab Saudi menarik diri dari wilayah tersebut.
Perebutan yang terjadi pada Jumat, 11 September 2026 ini secara signifikan meningkatkan kendali kelompok pro-Iran tersebut atas salah satu jalur pelayaran internasional paling penting di dunia.
Para pejuang Ansar Allah (Houthi) kini menguasai peralatan militer buatan AS senilai jutaan dolar yang disita.
Berikut rincian perkembangan situasi di lapangan:
Peta Penaklukan Wilayah oleh Houthi
Kelompok Houthi melakukan penetrasi cepat di sepanjang garis pantai Laut Merah bagian barat sebelum akhirnya menguasai pulau tersebut:
- Kota Pelabuhan Mocha: Direbut terlebih dahulu oleh Houthi pada Kamis, 10 September 2026.
- Kota Pesisir Dhubab: Pasukan pemerintah mundur dari kota strategis yang menghadap langsung ke Pulau Mayun ini, memuluskan jalan Houthi.
- Pulau Mayun (Perim): Pejuang Houthi mendarat menggunakan perahu pada Jumat pagi dan menguasai pulau tanpa perlawanan militer yang berarti karena pasukan pemerintah telah ditarik mundur ke arah selatan.
Persenjataan AS yang Disita
Seiring dengan mundurnya pasukan pemerintah bentukan koalisi Saudi, Houthi mengamankan perangkat militer buatan Amerika Serikat bernilai jutaan dolar yang ditinggalkan pasukan sekutu Saudi. Houthi dilaporkan langsung mengerahkan kendaraan lapis baja dan peralatan militer sitaan tersebut di sepanjang garis pantai dekat selat.
Dampak Geopolitik dan Navigasi Laut
- Ancaman Jalur Energi: Keberhasilan Houthi menguasai titik cekik (chokepoint) maritim ini memicu lonjakan harga minyak dunia, terutama karena rute alternatif utama Arab Saudi untuk menghindari ketegangan Selat Hormuz kini ikut terancam.
- Dampak terhadap Pelayaran Komersial: Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, menyatakan bahwa jalur navigasi internasional di Laut Merah tetap aman bagi semua perusahaan global, kecuali untuk kapal-kapal milik Arab Saudi yang secara resmi mereka boikot.
[Video]







