Menjawab pernyataan sebagian pengusaha sound horeg bahwa suara dari menara masjid dapat mencapai 150 dB, mari kita lihat persoalannya secara teknis melalui hubungan antara tingkat tekanan suara (SPL) dan jarak.
Dalam kondisi ideal free field, setiap jarak dari sumber suara menjadi dua kali lebih jauh, SPL akan berkurang sekitar 6 dB. Sebagai ilustrasi, apabila sebuah loudspeaker menghasilkan 120 dB pada jarak 1 meter, maka pada 2 meter menjadi 114 dB, 4 meter 108 dB, 8 meter 102 dB, dan sekitar 16 meter tinggal 96 dB.
Di sinilah terdapat perbedaan penting antara sound horeg dan pengeras suara menara masjid. Sound horeg berada relatif dekat dengan permukaan tanah, sehingga masyarakat dapat berada hanya beberapa meter dari sistem loudspeaker dengan SPL yang sangat tinggi. Sementara loudspeaker masjid ditempatkan di atas menara. Bila ketinggian menara kita ilustrasikan sekitar 15 meter, jarak antara loudspeaker dengan orang di permukaan tanah dengan sendirinya sudah cukup besar.
Itu pun baru perhitungan teoritis free field, seolah-olah suara menyebar tanpa mempertimbangkan karakter loudspeaker. Dalam kenyataannya, speaker menara umumnya berupa horn atau corong yang bersifat directional. Energi suara terutama dipancarkan ke arah depan. Horn di menara juga umumnya tidak diarahkan tajam ke bawah, melainkan mendatar atau sedikit menurun karena fungsi utamanya adalah memperoleh jangkauan horizontal yang jauh. Maka SPL yang diterima tepat di bawah menara dapat lebih rendah lagi.
Pada gambar masjid ditampilkan pula angka merah tebal yang menggunakan ketentuan maksimum 100 dB dari Kementerian Agama RI sebagai basis ilustrasi. Dengan model penurunan yang sama, 100 dB menjadi 94 dB pada 2 meter, 88 dB pada 4 meter, 82 dB pada 8 meter, dan sekitar 76 dB pada 16 meter.
Jadi, menyebut sound menara masjid “150 dB” tanpa menjelaskan di mana diukur, pada jarak berapa, arah loudspeaker, serta kondisi pengukurannya, secara teknis tidak cukup untuk dijadikan pembanding dengan sound horeg.
Salam, Kang Eep
Konsultan Akustik & Sound Masjid
Sound Horeg vs Sound Menara Masjid: Jangan Hanya Membandingkan Angka dB








saya sekilas baca berita ttg bos sound horeg asal Blitar yg berkoar ttg TOA masjid 150db, metode yg dia pakai utk mengukur tingkat kekerasan suara TOA ternyata hanya bermodal aplikasi dbmeter yg bisa diunduh gratis via playstore. ya tau sendirilah, aplikasi gratisan emg seakurat apa sih?
seperti buzzer pemakan tau baunya puluhan kilometer seperti af joplak kalo menggonggong nyaring banget