DPR AS (House of Representatives) secara resmi telah meloloskan resolusi war powers untuk menarik pasukan militer Amerika Serikat dari permusuhan dengan Iran.
Dalam pemungutan suara yang berlangsung pada Selasa (15/9/2026) dengan hasil akhir 220-204, tujuh anggota faksi Republik membelot dari garis kebijakan partai untuk bergabung dengan seluruh perwakilan Demokrat dalam mendukung resolusi tersebut.
Rincian Pemungutan Suara & Anggota Republik yang Terlibat
Langkah ini menandai teguran keras ketiga dari DPR terhadap strategi perang Pemerintahan Donald Trump di Timur Tengah. Tujuh perwakilan Republik yang ikut memilih “Yes” adalah:
- Rep. Thomas Massie (Kentucky)
- Rep. Warren Davidson (Ohio)
- Rep. Brian Fitzpatrick (Pennsylvania)
- Rep. Tom Barrett (Michigan)
- Rep. Zachary Nunn (Iowa)
- Rep. Mariannette Miller-Meeks (Iowa)
- Rep. Nancy Mace (South Carolina) [1]
Konteks & Dampak Resolusi
Resolusi ini menuntut presiden untuk menarik angkatan bersenjata AS dari konflik Iran, kecuali jika Kongres secara resmi mendeklarasikan perang atau memberikan otorisasi militer khusus.
Meskipun pemungutan suara ini menjadi pukulan politik yang signifikan bagi Gedung Putih menjelang pemilu paruh waktu (midterms), resolusi ini diperkirakan tidak akan langsung menghentikan perang secara hukum. Presiden Trump hampir dipastikan akan memveto resolusi tersebut. Konflik tiga bulan ini sendiri dilaporkan telah menelan biaya lebih dari $38 miliar dan terus memicu tekanan politik besar di dalam negeri.







