Bom waktu itu bernama ‘Jokowi’

Saya akan tuliskan FAKTA-FAKTAnya. Biar kalian tidak kemakan bualan pemerintah, apalagi ocehan-ocehan pejabat yang sengaja menutup-nutupi fakta ini. Saya sederhanakan biar orang awam akuntansi pun paham:

1. Utang Whoosh itu, 80 triliun utang awal, bunga 2%. 8 triliun berikutnya, pembengkakan biaya, bunga 3%. Grace period 10 tahun. Tenor 40 tahun. Yang artinya 2028 harus mulai dicicil pokoknya.

2. Dengan angka tersebut, artinya, beban bunga: 2 triliun, cicilan pokok 2 triliun. Total 4 triliun.

3. Bisa Whoosh bayar segini? Halu! Bahkan nutup operasional pun ngos-ngos-an. Mereka berkali-kali klaim sudah untung operasional, coba sini mana laporan keuangannya. Nggak berani kan publish?

4. KAI panik dong, pemerintah ikut panik, mereka minta restrukturisasi. Maka tenor ditambah jadi 80 tahun. Pemerintah siap nutup 1 triliun per tahun. Sisanya? 3 triliun? Nah, inilah bom waktu tsb. Mulai 2028, saat grace period habis, itu tuh tidak semudah elu ngupil. Iya kalau dunia baik-baik saja. Saat rupiah melemah? Utang whoosh ini pakai dollar+yuan. Itu utang bisa mendadak dobel.

Salah siapa? Jokowi.

Jepang dulu datang dengan tawaran bunga hanya 0,1%. Alias hanya seperduapuluh. Tapi Jokowi, maksa milih China, dengan alasan: Jepang minta jaminan negara, bla bla bla. Jepang tidak mau transfer teknologi, bla bla bla. Seolah yakin sekali China tidak akan begitu akhirnya.

Begitulah, tukang kayu disuruh mutusin proyek sebesar ini. Dia tidak percaya ke Jonan yang jelas-jelas punya pendapat lain.

Pada akhirnya, hari ini, pemerintah tetap menjamin proyek ini dengan APBN, pada akhirnya pemerintah tetap berdarah-daraah. Dan transfer teknologi? Duuuh, elu tiap hari lihatin mereka kerja, masih butuh transfer teknologi?

Whoosh ini akan semakin rumit. Dilanjutkan, utang semakin menggila. Tidak dilanjutkan, duuh, jelas akan stuck.

Bom waktu itu benar2-benar bernama ‘Jokowi’.

Dia memang tidak membuat mangkrak seperti Hambalang. Tapi dia membuat pusing puluhan tahun berikutnya. Pun dengan proyek-proyek bandara, pelabuhan, dkk. Tidak mangkrak memang, tapi sepi melompong, dengan cicilan utang yang menguras APBD seperti Kertajati.

Kita bahkan belum bicara soal IKN.

(Tere Liye)

*KCIC, ditunggu laporan keuangan kalian!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

15 komentar

  1. rakyat harus mencincangnya rame2 diiris kecil2 buat makan anjing itupun kalo anjingnya ga jijik dgn dagingnya mulkadzab jgn percaya sama hukum penguasa babi

  2. Utang Whoosh itu sbg daya tarik wisata dan menciptakan lapangan kerja, semua sudah dijalankan dg benar bahkan wakil rakyat sdh setuju. mslh jadi ramee krn Purbaya menkeu nya kadrun ilmu ekonomi nya diragukan. paham druunn 🤣

    1. Woiiii Anonim BabRun TerWo KAFIR, lu sdh berulang kali kaki lho ku suruh sekolah lagi kejar paket A, B atau C kok masih ngeyel komen disini sih⁉️ Ujungnya kan komen lu isinya komen GUOBLOKKKK tanpa akal‼️
      Kenapa sih kalian itu gerombolan TerMul dan TerWo BabRun itu GAK ADA YG CERDAS satu pun⁉️🤣😝😂😜

  3. langkah Jokowi udah bener, tp kelanjutannya jadi amburadul gara2 menkeu kesayangan lama kadrun , paham drun?

    baca2 lagi di awal2 portal ini selalu menjilat Menkeu kesayangannya kadrun bahkan mau di capreskan ngoahahahhahaahah