Polemik mengenai surat keterangan (suket) penyetaraan pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kembali mencuat ke ranah hukum setelah digugat secara resmi ke Mahkamah Konstitusi (MK) pada 10 September 2026.
Selain Denny Indrayana, salah satu yang turut menjadi penggugat adalah pengamat kebijakan publik, Bonatua Silalahi.
Bonatua sebelumnya telah memenangkan gugatan keterbukaan informasi di Komisi Informasi Pusat (KIP).
Ratusan Alat Bukti: Tim penggugat telah menyiapkan 101 alat bukti untuk memperkuat argumen mereka mengenai kejanggalan dokumen pendidikan tersebut.
Inti Temuan dan Argumen Kebijakan Publik
- Penyetaraan Kemampuan, Bukan Ijazah: Berdasarkan analisis terhadap dokumen dari Kementerian Pendidikan, Dasar, dan Menengah (Kemendikdasmen), Bonatua menyoroti bahwa surat yang dimiliki Gibran adalah surat keterangan penyetaraan kemampuan yang setara SMK jurusan manajemen, bukan ijazah kelulusan formal.
- Dugaan Cacat Prosedur: Sebagai ahli kebijakan publik, Bonatua menilai ada indikasi kuat terjadinya cacat prosedur dalam penerbitan surat keterangan tersebut, sehingga keabsahan syarat administrasinya sebagai pemimpin nasional dipertanyakan.
Akal-akalan Aturan
Bonatua juga mengungkap ‘akal-akalan’ yang dilakukan KPU Pusat dengan membuat aturan bahwa ijazah SMA tidak perlu disertakan/ditunjukkan jika sudah punya ijazah Sarjana (S1).
Namun akal-akalan aturan ini dibuat saat Pilpres 2024, dan belum dibuat saat Gibran maju Pilwalkot Solo, sehingga kata Bonatua “kalau aman di pilpres, kenanya di pilkada, ya memang yang namanya akal-akalan gak kemana-mana (akhirnya akan kena juga)”.
SIMAK SELENGKAPNYA VIDEO BINCANG-BINCANG BONATUA DI SINDONEWS:








orang bijak mengatakan :
✍️ setinggi tingginya bajingan melompat, jatuhnya ke tanah juga.
✍️ se-pintar²nya bangkai ditutupi, baunya tetap tercium juga.
kesimpulannya :
🌀 orang pintar dengan orang bodoh pasti beda.
🌀 penipu dengan orang jujur pasti beda.
darimana taunya : dari prilaku, dari cara bicara, dari menyikapi setiap problem
setuju bro….. pak jokowi itu orang pintar dan terhormat mangkanya gak mau pamer ijazah. paham drun 🤣
wkwkwkwkwkwkwkwk
witok detok …lu bilang pinter Sot? 😂😂😂
kalau pak Arsul Sani tak memamerkan ijazahnya, polemiknya bakalan lama. lebih baik, minta jokowi pamer ijazahnya untuk diteliti lebih jauh supaya bliau meninggalnya tenang, paham termul?
emang cuma kampungan gurun norak kayak kadrun aja yg suka pamer kertas ijazah dan fetish ke kertas, ngoahahahhahahhahaa drunnnnn dru nn
yoi sangat pintar …
menipu, menyalahkan orang dan menjadikan orang lain masuk tipuannya……
lihat diawal dibuat seolah olah bawahan mega yg atas nama rakyat melawan ternyata diujung jelas mau jd raja!!
diawal byk bangun infrastruktur dan menghentikan infrastruktur presiden sebelumnya karena tdk manfaat ternyata diakhir minta infrastruktur dia hrs ditrruskan walau rugi dan byk korup serta tdk manfaat…..
orang goblok a kaya gini ini…untuk yang pernah menjadi pejabat publik menggunakan ijazah, ijazahnya wajib ditunjukan ke publik….karna ijazahnya ga ada ya terus muter muter ga jelas…
semoga gak masuk angin …kyk si lulusan Yamaguchi 🤣🤣🤣🤣
dikasih parcel berbalik 360 derajat 😂😂😂
ya udah silakan aja bersidang di MK, tapi kalo putusannya menolak jangan kesurupan nuduh2 MK yg aneh2 ya, lu kira negara ini punya kadrun harus sesuai keinginan kadrun semua?
silakan aja buktikan dgn 101 bukti yang paling itu semua isinya cuma skrinsutan berita2 nyinyir ttg Gibran termasuk dari portal ini, paham drun??
masa penjajahan kalo ga ada kadrun ga merdeka lu 🤣🤣
inilah komen orang dungu seperti saya kalo dana buzzer belum cair..
Beneran anjing zionis laknatullah merajalela di sini ; benci fakta putar balik fakta keluar subtansi nyerang rasis.
fakta sejarah negeri ini Hanya para KADRUN yang berani melawan penjajah kAFIR BELANDA, SEDANGKAN LONDO IRENG KAFIR MALAH MENYOKONG PENJAJAH