Yang dicuri Ayam Aduan harga JUTAAN, disana marak Judi Ayam yang konon dibekingi p*rc*k

Oleh: Gede Pasek Suardika

Seorang teman bertanya soal kasus Baturiti. “Kok hanya mencuri ayam untuk kebutuhan hidup pelakunya sampai dikeroyok hingga mati?”.

Inilah kesan yang muncul saat ini secara nasional sehingga menyamakan kasus ini ibarat orang mencuri ketela, sayur atau buah untuk sekadar menyambung hidup. Referensi tentang ayam secara nasional dalam kasus ini kurang mendalam.

Ayam yang dicuri adalah “ayam aduan” yang punya nilai tinggi bahkan bisa lebih mahal daripada harga emas. Bukan Ayam Broiler atau Ayam kampung biasa untuk masakan. Ayam aduan harganya jutaan bahkan puluhan juta rupiah dan ayam begitulah yang dicuri. Tentu bagi pemilik ayam itu adalah aset mahal dan berharga. Bukan Ayam broiler pedaging atau petelur biasa.

Mahalnya “Ayam Aduan” akibat hukum pasar. Kebutuhan ayam aduan begitu tinggi karena arena judi ayam/tajen begitu marak berlangsung di berbagai tempat (di Bali -red). Jenisnya pun banyak impor dari Filipina Thailand hingga Peru. Kebutuhan meningkat maka harga meroket dan wajar pencuri memburunya karena nilainya tinggi. Sekali lagi nilainya tinggi. Bandingkan saja dengan pencurian ayam broiler atau ayam kampung biasa…sangat jomplang.

Judi ayam/Tajen semarak karena aparat penegak hukum tidak mampu menegakan hukum dan aparat pemerintah juga tidak mampu mencegahnya. Mereka “menikmati” pelanggaran yang dilegalkan tersebut. Bangunan-bangunan megah dan permanen untuk arena judi ayam/tajen begitu betebaran begitu mencolok. Apakah pakai IMB/PBG atau tidak… sangat samar.

Hukum pasar mengakibatkan animo pencuriannya meningkat. Itulah Ayam Aduan saat ini di Bali. Jika barang mahal dan kesayangan Anda sering dicuri? Apa yang akan dilakukan jika pencurinya tertangkap?

Sekali lagi, jalan perbuatan yang dilarang selalu akan melahirkan masalah. Mencuri dan main hakim sendiri sama-sama salah. Tetapi memposisikan seobyektif mungkin akan bisa memotret lebih realisitis atas kejadian yang ada.

FB

*Tambahan info dari Bung Iyut:

Liputan KOMPAS:

Harga Ayam Aduan Capai Rp 5 Juta per Ekor Jadi Incaran Maling di Tabanan, Berujung Amuk Massa

Maraknya kasus pencurian ayam aduan di wilayah Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali, makin meresahkan masyarakat. Pasalnya, harga ayam aduan berkualitas yang dipelihara warga disinyalir memiliki nilai ekonomi tinggi, bahkan harganya dapat menembus Rp 5 juta per ekor.

Tingginya nilai jual tersebut disinyalir menjadi pemicu utama maraknya aksi pencurian ayam aduan bernilai tinggi di daerah tersebut sepanjang tahun 2026.

Kepala Desa Batunya, I Made Riasa, mengungkapkan bahwa sebagian besar warganya menjadikan peternakan unggas ini sebagai hobi sekaligus sumber penghasilan tambahan.

Fenomena ini membuat aksi pencurian tidak hanya merugikan secara finansial, tetapi juga menyulut keresahan mendalam di tengah masyarakat.

“Kurang lebih 80 persen warga di sini memelihara ayam aduan. Harganya juga cukup mahal, bahkan dari informasi yang saya dengar bisa mencapai sekitar Rp 5 juta per ekor, tergantung kualitas ayamnya,” ujar Riasa saat dikonfirmasi, Senin (27/7/2026).

Riasa menjelaskan, sasaran para pelaku kejahatan memang spesifik pada jenis ayam aduan super yang memiliki spesifikasi unggul, bukan ayam biasa.

“Saya memang tidak mengerti ayam. Namun katanya jika ayam bagus untuk aduan itu bisa mencapai Rp 5 juta per ekor,” tambahnya.

Menurut Riasa, maraknya pencurian ayam aduan ini tidak hanya melanda Desa Batunya, melainkan juga meluas ke beberapa desa tetangga seperti Desa Baturiti dan Desa Antapan.

https://denpasar.kompas.com/read/2026/07/27/191450778/harga-ayam-aduan-capai-rp-5-juta-per-ekor-jadi-incaran-maling-di-tabanan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar