LONDO IRENG DI POHON KELUARGA PRABOWO, Investigasi Arsip Minahasa dan Jawa (1829-1880)

Investigasi arsip Minahasa dan Jawa (1829-1880):

link: https://bandungbergerak.id/londo-ireng-di-pohon-keluarga-prabowo

Karya jurnalistik komprehensif seperti ini jarang hadir di antara kita. Apalagi dalam bahasa Indonesia.

Saya menganjurkan kalau Anda punya waktu untuk membacanya secara utuh. Rugi kalau tulisan sebagus ini tidak dibaca.

Ia memanfaatkan teknologi. Ada gambar dan foto bagian buku yang bisa dijadikan bukti. Ada narasi yang lugas dan tidak membingungkan.

Berikut cuplikannya:

  • Ibu Presiden Prabowo bernama Dora Marie Sigar. Ia lahir pada 1921 di Langowan, sebuah kota kecil di dataran tinggi Minahasa, Sulawesi Utara, dari keluarga Kristen yang sudah beberapa turunan berada di lingkaran pemerintahan kolonial.
  • Ayah Dora, Philip Frederik Laurens Sigar, adalah pegawai tinggi pemerintah kolonial dan anggota Volksraad, dewan rakyat bentukan Belanda di Batavia. Dora dikirim bersekolah ke Belanda pada usia 12 tahun, belajar perawatan pascabedah di Utrecht, lalu menikah dengan ekonom Sumitro Djojohadikusumo.
  • Naik lima generasi dari Dora, di ujung garis keluarga itu, ada seorang laki-laki yang meninggal di Langowan sekitar Januari 1880 pada usia kira-kira 90 tahun. Namanya Benjamin Thomas Sigar.
  • Pada 2 Februari 1880, koran Soerabaijasch Handelsblad memuat berita kematian Benjamin Thomas Sigar dari Manado. Isinya lima baris. Salah satu barisnya berbunyi: ia adalah salah satu pemimpin lokal yang ikut mengalami Perang Jawa melawan Diponegoro.
  • Ia tidak ikut perang itu di pihak Diponegoro. Ia ada di pihak sebelahnya, sebagai salah satu komandan prajurit Minahasa yang masuk ke dalam pasukan bantuan yang dikirim Residen Manado untuk membantu tentara kolonial menumpas perlawanan di Jawa. Dalam bahasa yang dipakai Presiden Prabowo di Senayan saat menyebut londo ireng, “ia adalah orang Indonesia yang ikut Belanda perang lawan kita”.

BACA SELENGKAPNYA: https://bandungbergerak.id/londo-ireng-di-pohon-keluarga-prabowo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

6 komentar

  1. Coba baca juga Panglima perangnya P. Diponegoro, yaitu Tumenggung Banyak Wide/Kertanegara.
    Jadi Bpk. Prabowo itu juga berasal dari Ksatria P. Diponegoro yg nama di abadikan nama jalan dan mencerminkan Indonesia seutuhnya.

  2. klo narik garis keturunan keatas, sudah pasti akan ketemu pendahulunya yang positif dan negatif. amal kebaikan para pendahulu tentunya akan dibalas dengan yang lebih baik, begitu juga sebaliknya.

    yang disorot akhir² ini utamanya “kelakuan pribadi” yang rajin menyerang rakyat padahal beliau adalah orang nomor satu di Republik Indonesia. beliau telah mempertontonkan nir akhlak.

    akibat serangan yang dibangun ndase londo ireng, terjadilah perlawanan membuka masalalu garis keturunan.

  3. wowo adalah presiden yang menjengkelkan dan memuakkan padahal gak ada prestasi selama menjabat sebagai RI-1. status wowo sebagai pleciden sesungguhnya mengantarkan fufufafa ke RI-1, pleciden yang sesungguhnya adalah Mukidi 😇