Wanita Palestina hamil dibanting polisi Belanda menuai kecaman internasional. Ini kronologinya…

Sebuah video yang menunjukkan seorang polisi Belanda melemparkan seorang wanita hamil besar ke tanah telah memicu kemarahan publik. Wanita itu mengatakan polisi menyerangnya di pusat migrasi tempat pihak berwenang menahan suaminya yang berkebangsaan Palestina.

[VIDEO]

Berikut adalah rincian informasi dan kronologi peristiwa berdasarkan laporan media internasional:

Lokasi dan Waktu Kejadian

  • Tempat: Insiden ini terjadi di sebuah pusat imigrasi/pencarian suaka (asylum center) di Zeist, Belanda (dekat Amsterdam), bukan di koridor rumah sakit seperti klaim awal yang sempat beredar di media sosial.
  • Waktu: Peristiwa kekerasan fisik ini terjadi pada 19 Mei 2026 dan rekamannya mulai viral secara luas sejak akhir Mei 2026.

Kronologi Peristiwa

  • Pemicu Awal: Polisi mendatangi pusat migrasi tersebut setelah menerima laporan perusakan fasilitas (vandalism) berupa TV dan pintu kamar. Suami wanita tersebut, Wesam Mekdad (30 tahun), dikabarkan mengamuk karena mengalami stres berat setelah menerima surat penolakan suaka (perintah deportasi) dan mendengar kabar bahwa saudara kandungnya terbunuh di Gaza.
  • Tindakan Polisi: Ketika polisi mengamankan sang suami, wanita yang tengah hamil 9 bulan tersebut mendekati petugas untuk meminta izin mendampingi suaminya. Rekaman video menunjukkan seorang petugas mendadak mencengkeram dan membanting wanita tersebut ke aspal/lantai koridor dengan keras. Video lanjutan memperlihatkan petugas menyeret wanita tersebut saat berbaring di tanah, sementara sang suami diringkus oleh sejumlah polisi karena berusaha melawan balik demi melindungi istrinya.

Dampak dan Respons Terkini

  • Kondisi Bayi: Akibat trauma dari insiden kekerasan tersebut, sang ibu dilarikan ke rumah sakit dan melahirkan secara prematur 5 hari kemudian. Kabar terbaru dari pihak keluarga mengonfirmasi bahwa bayi perempuan mereka (yang diberi nama Reem) lahir dengan selamat, namun harus mendapatkan perawatan intensif karena lahir terlalu dini.
  • Pernyataan Polisi Belanda: Pihak Kepolisian Belanda menyatakan bahwa petugas dikirim untuk merespons ancaman keamanan. Mereka mengeklaim wanita tersebut menghalangi tugas polisi dan tidak mengikuti instruksi untuk menjauh demi keselamatan. Kendati demikian, menyusul gelombang kecaman internasional, polisi menegaskan bahwa investigasi internal dan peninjauan protokol penggunaan kekerasan sedang dilakukan.
  • Reaksi Internasional: Isu ini memicu kecaman keras dari para aktivis hak asasi manusia, jurnalis, hingga perwakilan diplomatik asing yang menilai tindakan tersebut sebagai bentuk kebrutalan dan penggunaan kekuatan yang sangat berlebihan terhadap kelompok rentan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

5 komentar