Jajak pendapat terbaru menunjukkan tingkat penerimaan publik terhadap Wali Kota Mamdani di New York City mencapai 69%, naik 13 poin sejak bulan April.
Angka ini dicapai di tengah serangan bertubi-tubi yang tak henti-hentinya selama berbulan-bulan. Mulai dari segmen berita Fox News, tuduhan dari pihak Republik yang melabelinya berbahaya, hingga pemberitaan negatif bernilai jutaan dolar yang bertujuan meyakinkan warga New York bahwa wali kota mereka adalah sebuah ancaman.
Namun, warga New York tidak termakan oleh narasi tersebut. Mereka telah menyaksikan kinerjanya dalam menghadirkan layanan penitipan anak universal, perumahan terjangkau, layanan bus yang lebih cepat, perbaikan jalan berlubang, serta pembangunan kembali taman bermain—hasil nyata yang dapat dilihat langsung di berbagai lingkungan warga.
Dan angka dukungannya terus meningkat, bukan malah turun.
Ini bukan kebetulan semata, melainkan sebuah tren. Angka dukungannya tidak merosot di bawah tekanan, justru malah naik. Kenaikan tiga belas poin dalam beberapa bulan bukanlah hal sepele, terutama bagi seorang wali kota petahana yang harus menghadapi iklim pers nasional yang memusuhi serta serangan bertubi-tubi setiap harinya.
Setiap iklan serangan justru membuat nama dan agendanya lebih dikenal luas oleh masyarakat. Setiap pemberitaan negatif memaksa warga New York untuk benar-benar melihat apa yang sebenarnya ia kerjakan, alih-alih hanya memercayai narasi Fox News mengenai kinerjanya.
New York sedang mengamati cara Mamdani memimpin—dan menyukai apa yang mereka lihat.






