Survei SMRC: Prabowo Kalah Jika Pemilu Digelar Saat Ini

Survei terbaru Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menunjukkan perubahan tajam peta elektabilitas calon presiden. Dalam simulasi dua nama, Dedi Mulyadi unggul telak atas Presiden Prabowo Subianto.

Survei SMRC periode Juli 2026 menunjukkan elektabilitas Presiden Prabowo Subianto menurun signifikan dan akan kalah jika pemilu digelar saat ini, dengan posisi teratas disalip oleh Dedi Mulyadi.

Dalam simulasi dua nama, Dedi Mulyadi unggul head-to-head (59%) dibandingkan Prabowo (28,3%).

Survei bertajuk “Elektabilitas Calon-Calon Presiden” pada 5-19 Juli 2026 mencatat Dedi Mulyadi meraih 59,0 persen dukungan, sementara Prabowo di angka 28,3 persen dan 12,7 persen lainnya belum menentukan pilihan atau merahasiakan jawaban.

Angka ini berbalik drastis dibanding survei Februari-Maret 2026, saat Prabowo masih memimpin 50,5 persen dan Dedi Mulyadi 42,6 persen.

Simulasi Terbuka

Dalam simulasi terbuka banyak nama, Dedi Mulyadi juga di puncak dengan 35,0 persen, naik dari 19,7 persen pada November 2025.

Sebaliknya elektabilitas Prabowo turun dari 34,9 persen menjadi 14,5 persen.

Sebanyak 50,5 persen dukungan lainnya tersebar ke sejumlah tokoh nasional, termasuk 12,8 persen yang belum menjawab.

SMRC dan pengamat menilai lonjakan Dedi Mulyadi berkaitan dengan komunikasi publik yang intensif di media sosial. Aktivitasnya menemui warga, menangani korban musibah, menertibkan bangunan liar, hingga memantau pembangunan jalan disajikan secara visual dan mudah diterima. Gaya membumi, turun langsung ke lapangan, dan pendekatan budaya lokal Jawa Barat dinilai memperkuat kedekatan dengan masyarakat hingga mengubah popularitas digital menjadi dukungan elektoral.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

6 komentar

  1. survey sprt ini yg hrs dimusnahkan. surveynya hanya masukkan kdm sebagai lawannya. dia takut masukkan anies sebagai lawan. atau krn pihak anies tidak sanggup bayar survey ???

    1. Mayoritas ra’yat masih terblakang. Mau-mau saja ditawari pilih capres ini dengan janji manis, iming-imingan hadiah, dan berbagai hiburan. Maka dari itulah, banyak yang memilihnya s’hingga sang president menang dan membuat kebijakan-kebijakan yang menyengsarakan ra’yat…