Sisa Elektabilitas Prabowo Sebagai Presiden Hanya 14,5%, Terendah Sepanjang Sejarah

Survei SMRC menunjukkan sisa elektabilitas Presiden Prabowo sebesar 14,5%. Angka ini menjadi alarm bahwa kepercayaan publik harus dijawab dengan evaluasi, perbaikan kebijakan, dan keberpihakan yang lebih nyata kepada rakyat. Dalam demokrasi, kritik adalah bagian dari upaya memperbaiki pemerintahan, bukan sesuatu yang harus dihindari.

Dedi Mulyadi berhasil mengungguli Presiden Prabowo Subianto dalam survei elektabilitas calon presiden terbaru yang dirilis oleh lembaga Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) pada Juli 2026.

Berikut adalah rincian data penting dari hasil survei tersebut:

Hasil Simulasi Elektabilitas

  • Simulasi Semi-Terbuka (20 Nama): Dedi Mulyadi memimpin di posisi teratas dengan 35%, sementara Prabowo Subianto berada di peringkat kedua dengan 14,5%.
  • Simulasi Dua Nama (Head-to-Head): Dedi Mulyadi meraih 59%, unggul jauh atas Prabowo Subianto yang mendapatkan 28,3%.

Pergeseran Tren Elektabilitas

  • Kenaikan Dedi Mulyadi: Elektabilitas Dedi Mulyadi melonjak drastis dari 19,5% (November 2025) menjadi 35% (Juli 2026).
  • Penurunan Prabowo Subianto: Elektabilitas Prabowo selaku petahana turun tajam dari 34,9% menjadi 14,5% pada periode yang sama.

Faktor Penyebab Utama

  1. Kepuasan Publik Menurun: Approval rating terhadap kinerja Presiden Prabowo anjlok dari 81,2% pada November 2025 menjadi 51,1% pada Juli 2026. [1]
  2. Evaluasi Sektor Kritis: Penurunan kepuasan ini dipicu oleh memburuknya persepsi masyarakat terhadap kondisi ekonomi, penegakan hukum, dan dinamika politik nasional. [1]
  3. Aktivitas Media Sosial: Popularitas Dedi Mulyadi meningkat berkat konten sosial dan komunikasinya yang dinilai efektif dan dekat dengan masyarakat bawah.

Metodologi Survei

  • Waktu Pengambilan Data: 5–19 Juli 2026.
  • Metode: Double sampling melalui wawancara telepon dan tatap muka.
  • Margin of Error: +/- 3,7% pada tingkat kepercayaan 95%.

Selain SMRC, tren keunggulan Dedi Mulyadi atas Prabowo Subianto ini juga dikonfirmasi oleh hasil survei dari lembaga Indikator Politik Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

16 komentar

    1. JIKA hal ini trus terjadi (membiarkan sang tokoh palitik tersebut menggaet calon pendukung dan pemilihnya, serta mengawetkan kekuasaan pak Prabowo), MAKA yang didapat malah Indonesia Bubar. JIKA ada hal yang lebih buruk terjadi pada acara panggung politik pada masa pak Prabowo dan setrusnya hingga masa Pemilihan Presiden tahun 2029, MAKA bisa jadi ada kemungkinan perkataan pak Prabowo pada tahun 2018 bisa menjadi nyata!

  1. elektabilitas presiden incumbent pada umumnya meningkat, wowo emang luar biasa percaya diri nya, serang sana sini bagi para kritikus. terlebih banyak program yang menyalahi konstitusi. MBG & KDMP misalnya, dibuat dulu masalah Inpres/keppres menyusul. sedangkan inpres/keppres dibuat setelah adanya undang undang. Universitas Ruwet Indonesia, sudah ada IPDN, KAN dan banyak Perguruan tinggi kedinasan milik negara dan masih banyak lagi pendirian sekolah baru, semuanya membutuhkan anggaran super jumbo.

  2. katanya kadrun gak percaya sama survei SMRC, giliran gini girang jingkrak2 🤣🤣 drunnn drunnn kasian bgt lu GK punya pendirian 🤣

    1. yak betul. kita jingkrak2 bukan karna percaya surpey, tp bahagia liat spesies 58 panik. dan kami yakin kedepan, kalian lah nnti yg akan jd penjilat KDM.

  3. woowww..KDM. slmt anda berhasil mengikuti jejak dan cara2nya jokowi. krn anda tahu pasti. rakyat indonesia lebih byk yg bloon. dan bloonnya hampir mendekati idiot.

  4. woowww..KDM. slmt anda berhasil mengikuti jejak dan cara2nya jokowi. krn anda tahu pasti. rakyat indonesia lebih byk yg bisa ditipu dgn pencitraan.

  5. dari dulu gua juga ga percaya kang seprai, yang percaya justru warga RT 58/02 kelurahan nye nye kecamatan ndase makanya dia piknik karena dungu nya udah akut jiakakakakak