Serangan Balik Sang Juru Damai!!

Serangan Balik Sang Juru Damai!

Jika sebelumnya Ade Armando merasa aman karena merasa bukan “koki” pemotong video, sepertinya beliau lupa bahwa di sinetron politik Indonesia, menjadi “kurir” pun bisa kena pasal berlapis.

Tak tanggung-tanggung, 40 ormas Islam yang biasanya punya agenda masing-masing kini kompak membentuk barisan “Avengers” versi religi untuk menyeret Ade Armando, Abu Janda, dan Grace Natalie ke meja hijau.

Selama ini, Ade, Abu Janda, dan Grace Natalie dikenal sebagai pemegang sabuk hitam dalam dunia persilatan opini digital. Tapi kali ini, mereka sepertinya salah memilih lawan. Pak JK, sang “Bapak Perdamaian” yang punya rekam jejak mendamaikan konflik Aceh sampai Afghanistan, dibela oleh pasukan yang siap mendamaikan nafsu posting mereka lewat jalur kepolisian.

Ibarat kamu biasa nge-troll di kolom komentar sendirian, eh tiba-tiba yang datengin rumahmu satu batalyon lengkap dengan bukti print-out postinganmu dari jaman purba.

Tokoh Muhammadiyah, Din Syamsuddin, turun gunung dengan narasi yang menohok. Beliau menegaskan bahwa video tersebut bukan cuma dipotong, tapi “dipelintir secara sengaja”.

Dalam dunia editing, “melintir” itu butuh skill. Tapi dalam dunia hukum, “melintir konteks” itu butuh pengacara.

Din Syamsuddin ingin membuktikan bahwa apa yang dianggap “penistaan” oleh sebagian orang sebenarnya adalah “penyesatan” oleh penyebar video.

Menyebarkan potongan video ceramah JK tanpa konteks itu ibarat kamu cuma denger kata “Saya mau cerai” tapi nggak denger kelanjutannya “…dengan kemiskinan”. Hasilnya? Satu RT geger, padahal niatnya mulia.

Ade Armando sebelumnya bilang: “Kami tidak menciderai nama baik beliau.” Namun, 40 ormas ini punya pendapat berbeda. Mereka melihat ada upaya sistematis untuk membenturkan narasi JK dengan sentimen umat.

Vibes-nya: Ade, Abu Janda, dan Grace sekarang berada di posisi yang cukup awkward. Mereka ingin dicitrakan menjadi “penjaga gawang” pluralisme, tapi malah “pencetak gol bunuh diri” yang merusak harmoni.

Tuntutan para ormas ini tegas: Proses hukum yang jujur dan adil. Mereka ingin ada efek jera agar di masa depan.

Akankah Trio Medsos ini berhasil lolos seperti sebelum-sebelumnya karena ada “pelindungnya”?

Kita tunggu tanggal mainnya!

Sumber: fb

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar