✍🏻Mama Afifah
Di dekat rumah, ada muncul beberapa penjual makanan. Sebelumnya tidak ada, tiba-tiba ada.
Ada nasi kebuli, di dekatnya nasi uduk, di dekatnya lagi nasi kuning, di dekatnya lagi aneka lauk.
Yang jualan ada yang bapak-bapak.
Ini bukan kabar gembira.
Ini kabar buruk.
Saat daya beli makin menurun dan yang jualan makin banyak (sama-sama jenis makanan untuk sarapan), maka uang dari pembeli akan terbagi-bagi.
Warganya cuma itu-itu saja.
Jam 10 siang dagangan mereka masih banyak yang tersisa.
Dan beberapa dari mereka yang jualan ini adalah korban PHK karena perusahaannya melakukannya efesiensi.
Ibu yang bantu di rumah nyuci nyetrika dan beres-beres, suaminya juga sudah setahun dipecat. Dulu dia sopir di sebuah perusahaan.
Mengandalkan bayaran dari istrinya tentu sangat tidak cukup.
Ke warung, sayur mentah makin mahal dan porsinya makin dikit. Ayam, telur, beras harganya juga naik.
Di jalanan, saat stop di lampu merah atau di pelintasan kereta api, ramai pengemudi motor berseragam ojek online.
Saya mikir, kalau sampai ojek online ini colaps, kacau ini negara. Pengangguran makin meningkat tajam tak terkendali.
Rakyat yang secara ekonomi tertekan akan mudah tersulut untuk melakukan chaos.
Semoga Pak Prabowo dan anak buahnya tidak santai-santai saja melihat ini, dan mau mengambil pelajaran dari nasib mertuanya.








cuman si af rasis yg bahagia ( tapi pura2)
😂😂😂😂😂
dari cara komunikasinya yg begitulah adanya, saya ngga berharap banyak. modelan orang yg ngga mau dengar kritik & masukan, merasa dirinya tau solusi utk semua masalah
Orang dungu mana pernah mengambil pelajaran dari orang lain
presiden terbaik suharto, terbaik setelah reformasi masih prabowo, duet swasembada pangan
swasembada pangan apanya…!!?
Impor bahan pangan masih merajalela, lu bilang “swasembada pangan”…..!!!!!
GOBLOK lu…
L.O.L
akibat dun9u dipelihara….otak kian hari makin berkurang 1ons
kayaknya wowo malah rindu pingin bernasib sama kayak mantan mertuanya…makanya dia sering keluar negeri sambil liat2 negara mana yg aman buat dia kabur saat kerusuhan terjadi nanti akibat kebijakan2 nya yg super ngawur
BENCI Boleh, BODOH Jangan !!
selain perang dengan senjata, ada perang yang lebih berbahaya, yaitu perang ekonomi dan perang propaganda.
karena sudah terbukti bisa menghancurkan, memiskinkan dan memperbudak suatu negara selama 30 tahun kedepan.
segala upaya swasembada dan kemandirian suatu bangsa, pasti akan mereka lawan, karena akan menghentikan impor, membuat produk mereka tidak laku dan otomatis juga membuat dolar tidak berguna dan jatuh.
serangan propaganda dimulai dengan menaikkan isu² demokrasi dan isu² jelek lainnya, untuk menjatuhkan pemerintahan, misalnya film pesta babi dari LSM² peliharaan mereka dan juga narasi² dangkal dari anak² BEM yang sudah mereka peralat dan mereka brainwash dengan slogan² demokrasi dan cinta lingkungan.
serangan ekonomi juga sudah dilancarkan. MSCI, the economist, dkk langsung beraksi mengkritik dan menurunkan rating bursa saham kita secara serentak, yang kemudian diikuti aksi lepas saham kroni² mereka, yang kemudian membuat investor lainnya ikut lari keluar ketakutan, sehingga rupiah pun berhasil dijatuhkan.
di waktu yang sama, the Fed menaikkan suku bunga, sehingga uang² pun pergi dari Indonesia secara masif untuk masuk ke bank² Amerika yang bunganya tinggi.
disaat situasi seperti ini, pemerintah sudah berusaha menahan harga tetap stabil, berusaha menjaga pasokan kebutuhan pokok tetap tersedia, dan juga mengintervensi kenaikan dolar dengan bakar uang yang bisa mencapai 2T/hari.
anehnya, saat negaranya diserang asing, lalu pemerintahnya berjuang keras untuk bertahan dalam menghadapi serangan-serangan ekonomi tersebut, justru ada 24+16% rakyatnya malah ikut menyerang pemerintahnya dan mendukung para penyerangnya.
pemerintah kita banyak kekurangan dan kesalahan, tapi mereka ada di pihak kita untuk memperjuangkan kemenangan ekonomi kita.
sedangkan IMF itu jelas-jelas musuh yang nyata, yang ingin menghancurkan ekonomi kita dan membuat kita terus-menerus bergantung pada produk² impor dan hutang luar negeri, tapi malah didukung dan mungkin dianggap sebagai pahlawan dan dewa penyelamat yang akan menyelamatkan kamu dari “kedzoliman” pemerintahmu sendiri.
kan goblok.
BENCI Boleh GOBLOK Jangan !!
it’s OK kalau nggak suka pemerintah. It’s OK kalau nggak suka dan benci Prabowo. Silakan. Bebas saja.
tapi tolong akal sehatnya dipake. jangan gara² itu malah kamu jadi pendukung asing dan jadi pengkhianat bangsa yang mudah diperalat asing.
jangan lupa dengan Irak dan Libya, yang dulu rakyatnya malah ikut²an menggulingkan Saddam Hussein dan Muammar Khadafi untuk memuluskan agenda perbudakan barat, seolah NATO dan USA adalah dewa penyelamat.
sebegitu bodohnya !
baca deh buku² yang berkualitas. disitu banyak dijelaskan bahwa kemiskinan suatu bangsa itu penyebab utamanya ternyata bukan korupsi ataupun SDMnya yang rendah, tapi memang sengaja dimiskinkan melalui gerakan² besar yang sistematis, dan ini sudah mereka jalankan berabad-abad. setiap suatu negara mau bangkit, mereka jatuhkan. mereka ganti rezimnya.
jadi please, cerdaslah, jangan emosional dan main perasaan. apalagi kalau kamu laki². pake akal dan rasionalitasmu. nggak suka MBG dan kopdes silahkan. tapi tetap jaga kewarasan.
Karena hanya orang tidak waras yang mau menghancurkan negaranya sendiri untuk diperbudak asing yang rakusnya nggak ketulungan.
swasembada beras, dicaci
ekspor pupuk, dicaci,
ekspor listrik, dicaci.
stop impor solar, dicaci
stop impor LPG, dicaci
bikin drone kamikaze, dicaci
bikin rantis maung, dicaci
hilirisasi nikel, dicaci
dapat hibah kapal induk, dicaci
bikin pabrik bus listrik, dicaci
ojol potongan 8%, dicaci
bangun kilang, dicaci
BBM tidak naik, dicaci
apakah kondisi kejiwaan netizen sehat setelah Anies kalah pilpres?
Itu karena fanatik sama tokoh. Orang Indonesia masih kental guluw sama tokoh.
mainnya protagonis – antagonis. Karena ada Gibran, Bahlil, dll di kubu Prabowo. Langsung Prabowo dianggap antagonis. Trus karena ada Anies yg katanya islami amanah santun cerdas, langsung diyakini protagonis
LEVEL Manusia Bertingkat Tingkat
yg ditunggu² sudah datang. dollar naik dan presiden bilang orang desa nggak belanja pake dollar.
ini kesempatan bagus untuk mencaci dan membully. tidak boleh disia-siakan. langsung gas ….. puas²kan cacian dan bullyan 7 hari 7 malam nonstop…
Islam mengajarkan untuk menghormati orang yang tidak punya kedudukan, apalagi terhadap orang yang punya kedudukan.
kepada Fir’aun saja, Musa menghormati dan berkata² dengan baik dan lemah lembut.
ini orang² yang katanya sudah ngaji puluhan tahun, bahkan untuk menghormati pemimpinnya sendiri saja tidak bisa.
senang betul kalau nemu aib pemimpinnya. bahagia betul kalau ada bahan untuk membully pemimpinnya.
adapun kepada kebaikan dan jasa²nya, mereka tutup mata dan tidak mau mengakui. mengakui saja tidak sudi, apalagi sampai mensyukuri. seolah mensyukuri kebaikan pemerintah itu sudah mereka haramkan.
apakah mereka sehat? atau jiwanya sakit ?
level berpikir manusia bertingkat-tingkat. makin tinggi, makin paham, makin sabar, makin yakin. karena semua butuh waktu dan proses.
sementara level berpikir netizen kita yang instan, terus nyangkut di isu MBG dan nilai tukar USD. tiap hari, mereka akan terus meributkan itu²saja, sesuai kapasitas berpikirnya.
Bennix sudah memprediksi USD bisa tembus Rp 20rb.
apakah itu artinya Indonesia kiamat? ya enggak. tapi ini kesempatan oligarki dan kaum sakit otak untuk gulingkan presiden, setelah berkali-kali gagal karena BBM nggak naik dan buruh happy.
https://www.facebook.com/reel/2183621892477772
rasain buat pemilih prabowo dan gibran