“IHSG jatuh dan Rupiah melemah akibat konspirasi Asing yang ingin menjatuhkan Indonesia”

✍🏻Erizeli Jely Bandaro

“Sepertinya sekarang IHSG jatuh dan rupiah melemah akibat konspirasi asing yang ingin menjatuhkan Indonesia,” kata Herman saat kami bertemu di kantor Abeng tadi siang.

“Ah lue kebanyakan nonton Youtube, dibegoin influencer bayaran aja,” Kata Abeng.

Saya hanya tersenyum.

Dunia hari ini tidak lagi bekerja dengan pola lama, di mana sebuah negara harus dijatuhkan secara langsung untuk bisa dikendalikan. Cara seperti itu terlalu mahal, rumit, dan tidak efisien.

Dalam sistem ekonomi global yang semakin terintegrasi, negara-negara besar justru lebih memilih membangun kolaborasi, memanfaatkan keunggulan masing-masing, serta menciptakan sinergi yang dapat memperbesar akumulasi modal dan pengaruh secara bersama.

Karena itu, ketika IHSG melemah dan rupiah tertekan, tidak selalu harus dibaca sebagai konspirasi asing. Pasar sering kali hanya bereaksi secara rasional terhadap arah pengelolaan ekonomi domestik. Ketika kebijakan dianggap tidak konsisten, terlalu sarat kepentingan kelompok, atau memberi kesan bahwa negara dikelola seolah milik segelintir elite, maka kepercayaan investor akan terkikis.

Pemerintah mungkin merasa dapat mengatur kurs, likuiditas, atau peredaran uang sesuai kehendak politik jangka pendek. Namun dunia keuangan modern sudah sangat terkoneksi. Setiap kebijakan yang tidak rasional, tidak transparan, atau berbau koruptif akan segera dibaca oleh pasar melalui arus modal, nilai tukar, yield obligasi, hingga pergerakan saham.

Pada akhirnya, pasar tidak bekerja dengan emosi ataupun loyalitas politik. Pasar hanya membaca risiko, kredibilitas, dan kepercayaan.

Dalam banyak hal, pasar adalah hakim paling jujur sekaligus paling rasional terhadap kualitas tata kelola sebuah negara.

Yang pasti pasar lebih cerdas dan engga bisa dibegoin seperti orang awam.

(fb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *