Saudi Arabia telah meminta bantuan kepada Inggris dan Israel untuk menghadapi kelompok Houthi menyusul eskalasi serangan yang mengancam fasilitas minyak dan keamanan wilayahnya. Permintaan ini diajukan setelah sekutu tradisional Arab Saudi, seperti Amerika Serikat bersikap hati-hati terkait serangan udara langsung.
Berikut rincian bantuan yang diminta oleh Riyadh dari kedua negara tersebut:
1. Keterlibatan Inggris (UK)
Bantuan yang Diminta: Arab Saudi meminta dukungan militer operasional dan diplomatik dari Inggris untuk memukul mundur Houthi dari Selat Bab al-Mandeb serta melindungi infrastruktur minyaknya. Kelompok Houthi baru-baru ini merebut sebagian pesisir Laut Merah dan merusak pipa minyak utama Arab Saudi (East-West Pipeline).
Respons Inggris:
Perdana Menteri Inggris Andy Burnham sedang mempertimbangkan berbagai permintaan dari Arab Saudi terkait dukungan militer untuk menghadapi serangan Houthi, demikian dilaporkan Bloomberg pada hari Senin.
Inggris khawatir bahwa jika Houthi semakin menguasai Selat Bab el-Mandeb, dampaknya akan sangat merusak bagi pelayaran internasional dan harga minyak dunia; hal ini akan merugikan perekonomian Inggris di saat sang Perdana Menteri baru justru ingin berfokus pada upaya menekan biaya hidup.
Namun, Burnham juga khawatir akan dipandang mendukung perang Donald Trump melawan Iran, mengingat opini publik Inggris sangat menentang perang tersebut.
Saat ini, Inggris baru menyetujui pengerahan penasihat militer Inggris ke Kerajaan tersebut. Keputusan ini diambil meskipun ada permintaan dari pihak Saudi untuk mendapatkan dukungan operasional guna menghentikan serangan kilat Houthi di sepanjang wilayah pesisir.
Baik mantan Perdana Menteri Inggris Rishi Sunak maupun Keir Starmer sebelumnya telah memberikan dukungan yang lebih luas kepada Arab Saudi dalam menghadapi Houthi.
2. Keterlibatan Israel
- Bantuan yang Diminta: Hubungan ini dimediasi secara tidak langsung oleh Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM). Arab Saudi secara khusus meminta bantuan dukungan intelijen dari Israel. Riyadh membutuhkan data visual dan pemetaan posisi militer Houthi.
- Respons Israel: Pejabat keamanan Israel mengonfirmasi bahwa material intelijen yang dikumpulkan melalui pusat operasi bersama CENTCOM sebenarnya sudah didistribusikan kepada mitra-mitranya, termasuk Arab Saudi. Israel enggan terlibat lebih jauh secara langsung kecuali jika AS memutuskan untuk meluncurkan serangan skala besar.
Secara garis besar, desakan situasi keamanan yang sangat kritis memaksa Riyadh memanfaatkan saluran belakang (back-channel) keamanan dengan Israel dan meminta intervensi taktis dari Inggris guna menstabilkan harga minyak serta jalur perdagangan global di Laut Merah.
Sumber:








apa komen al bajrie? Junjungan kau meminta tolong sama israhell…..berita hoax? bhua…ha…ha… ayo keluarkan dalilnya
iran minta tolong ke komunis china dan bolshevik rusia
komentarnya dah mentok! 🤣
bestinya Ali bajrie nongol 😂😂😂
aduh gimana ini, mau laknat-laknat tapi sumber beritanya bukan dari Syiah. 😅
saya belum mau komen, masih nunggu arahan dan scrip dari masyaikh bani saud, biar paduan suranya seirama
ga ada makan siang gratis… mereka akan minta kompensasi