Ketika Mohammad bin Salman menelepon Donald Trump dua kali meminta bantuan mendesak di tengah serangan dari pihak Yaman, penolakan Trump bukanlah bentuk pengkhianatan pribadi. Itu adalah pengakuan realistis bahwa Amerika Serikat saat ini tidak memiliki kapasitas untuk menyelamatkan Arab Saudi dari krisis yang justru mereka sendiri ciptakan.
Masalah utamanya bukan karena Washington sudah tidak menganggap Riyadh sebagai sekutu. Persoalannya lebih sederhana: Amerika Serikat tidak lagi memiliki cadangan amunisi dan kekuatan militer yang cukup untuk terlibat dalam perang baru. Membuka front tambahan di Yaman bukan lagi pilihan yang masuk akal bagi Amerika.
Namun, akar persoalan sebenarnya terletak pada keputusan Arab Saudi sendiri. Riyadh-lah yang memilih untuk campur tangan secara besar-besaran di Yaman. Intervensi ini memicu perlawanan dari pihak Yaman yang legal, yang sedang berjuang mempertahankan kedaulatan dan menyelamatkan negara mereka dari pengaruh asing. Konflik ini adalah upaya Yaman untuk membebaskan diri dari campur tangan Saudi, bukan bagian dari konflik Amerika.
Keputusan Saudi untuk masuk ke dalam perang tersebut membawa konsekuensi yang kini semakin sulit dikendalikan. Serangan terhadap infrastruktur minyak, gangguan pada jalur pipa dari timur ke barat, serta tekanan di Laut Merah dan Selat Hormuz, semuanya merupakan dampak langsung dari kebijakan Riyadh. Ketika jalur energi utama terganggu, posisi ekonomi dan geopolitik Saudi ikut terancam.
Karena sudah terdesak, Saudi hanya bisa mengandalkan isu fitnah dengan menyebarkan tuduhan bahwa pihak Yaman sedang menyerang kota suci Mekkah. Tuduhan ini jelas tidak berdasar. Hanya orang-orang bodoh dan para cecunguk Saudi yang mau percaya pada narasi semacam itu.
(Labib Muhsin)
________________
*CATATAN REDAKSI: Strategi fitnah Saudi ini cukup berhasil mempengaruhi negara-negara muslim. PM Malaysia Anwar Ibraham dan PM Pakistan Shehbaz Sharif melalui akun media sosialnya mengutuk serangan Houthi terhadap kota suci Mekkah.
Fitnah ini sudah dibantah oleh Juru Bicara Militer Houthi: “Rekayasa dan kebohongan yang disebarluaskan oleh rezim kriminal Al Saud mengenai penargetan kota suci Makkah tidak dapat menipu siapa pun; justru merekalah yang menodai kota tersebut dengan kemaksiatan, perbuatan keji, dan mendatangkan para pelacur. Tidak ada ancaman sama sekali dari Yaman terhadap situs-situs suci; operasi kami menyasar fasilitas minyak dan pangkalan militer rezim tersebut, yang semuanya terletak jauh dari situs-situs suci.”
[Jennifer Lopez menari di Provinsi Makkah pada 19 April 2025. Rupanya kesucian Mekah tidak dilanggar saat itu]








salafi dajali kebanyakan nyerang para pendemo dengan sebutan buggot, nyerang hamas dan pejuang suriah, setelah diserang salafi mencret, ilmu ilmunya gak kepake, malah minta bantuan israel, dasar salafi aldajali salah fikir
kalo syiah itu laknatulah, kalo konser jenefer loves itu sudah ada yang ngurus dan asyik utuk dinikmati sebagai hiburan ditengan kepenatan perang yaman houti
ini dia nih 👆 orang bodoh nya : cecunguk Saudi 😂😂