Satu dari 7 kapal milik Malaysia yang berlayar dari Selat Hormuz, telah tiba di Malaysia hari ini dengan membawa minyak 1 juta barrel

Satu dari tujuh kapal milik Malaysia yang berlayar dari Selat Hormuz, telah tiba di Malaysia pada Sabtu (18/4/2026).

Kapal yang dikenal sebagai Ocean Thunder itu membawa satu juta barrel minyak mentah dari Basrah, Irak.

Hal ini disampaikan Petronas di akun Instagram pada Sabtu (18/4/2026):

“Kapal Ocean Thunder telah tiba di Malaysia dengan satu juta tong minyak mentah dari Basrah, Iraq. Ini sebahagian daripada rangkaian bekalan yang luas, salah satu usaha PETRONAS dalam memastikan bekalan bahan api negara kekal stabil.”

(“Kapal Ocean Thunder telah tiba di Malaysia dengan membawa satu juta barel minyak mentah dari Basrah, Irak. Ini adalah bagian dari rantai pasokan yang luas, salah satu upaya PETRONAS dalam memastikan pasokan bahan bakar negara tetap stabil.”)

Bisa hasilkan 159 juta liter BBM

Dalam grafik yang diunggah Petronas, 1 juta barrel minyak mentah itu setara dengan sekitar 159 juta liter, dengan perkiraan periode penyulingan sekitar enam hari.

Perkiraan hasil dari proses penyulingan mencakup sekitar 62 hingga 64 juta liter diesel, 45 hingga 48 juta liter bensin, 22 hingga 24 juta liter bahan bakar jet, lima hingga enam juta liter LPG, dan 18 hingga 25 juta liter produk lainnya.

Kapal Malaysia Bisa Lewat Hormuz, PM Anwar Terima Kasih ke Presiden Iran

Pada akhir Maret lalu, Otoritas Iran telah mengizinkan kapal-kapal tanker Malaysia melewati Selat Hormuz. Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim berterima kasih kepada Presiden Iran Masoud Pezeshkian atas keputusan tersebut.

“Kita sekarang sedang dalam proses melepaskan kapal-kapal tanker minyak Malaysia dan para pekerja yang terlibat sehingga mereka dapat melanjutkan perjalanan pulang mereka,” kata Anwar, dilansir kantor berita AFP, Jumat (27/3/2026). Dia pun mengucapkan terima kasih kepada Pezeshkian.

“Saya ingin mengambil kesempatan ini untuk berterima kasih kepada presiden Iran karena telah memberikan izin perjalanan lebih awal,” tutur Anwar.

Anwar menambahkan bahwa, berkat produksi oleh raksasa minyak Malaysia, Petronas, “Kita berada dalam posisi yang jauh lebih baik.”

Petronas tahun lalu memproduksi sekitar dua juta barel minyak per hari, menurut angka terbaru perusahaan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar