Sumber Al Jazeera mengungkapkan rincian proposal terbaru yang diajukan Iran untuk mengakhiri konflik dengan Amerika Serikat (AS). Proposal ini diusulkan di tengah gencatan senjata dua minggu yang rapuh, setelah terjadinya serangan AS-Israel terhadap fasilitas nuklir Iran pada akhir Februari 2026.
Dokumen tersebut menguraikan rencana tiga tahap untuk mengakhiri perang, membatasi aktivitas nuklir, dan mencabut sanksi:
Tahap 1: Penghentian Perang (30 Hari)
- Penghentian Perang Total: Mengakhiri perang di seluruh wilayah dalam waktu 30 hari.
- Pakta Non-Agresi: Pembentukan kerangka kerja internasional untuk mencegah perang berulang, termasuk pakta non-agresi antara AS dan Iran yang juga mencakup Israel dan sekutu regional Iran.
- Akses Maritim: Pembukaan kembali Selat Hormuz secara bertahap dengan koordinasi angkatan bersenjata Iran, serta pencabutan blokade pelabuhan Iran.
- Penarikan Pasukan: Penarikan pasukan tempur AS dari pangkalan-pangkalan di sekitar Iran.
Tahap 2: Kompromi Nuklir & Sanksi
- Pembekuan Pengayaan: Iran bersedia menghentikan pengayaan uranium tingkat tinggi selama 15 tahun dan membatasi pengayaan hanya hingga 3,67% untuk kebutuhan sipil.
- Infrastruktur Nuklir: Iran menolak pembongkaran fasilitas nuklir utama (seperti Natanz, Fordow, dan Isfahan), namun menyetujui pemantauan ketat oleh IAEA.
- Pencabutan Sanksi: Pembebasan dana aset Iran yang dibekukan di luar negeri dan pencabutan sanksi primer serta sekunder secara bertahap.
Tahap 3: Stabilitas Regional Jangka Panjang
- Dialog Strategis: Iran akan memulai dialog keamanan dengan mitra Arab dan regional untuk membangun keamanan kolektif di Timur Tengah.
- Reparasi Perang: Iran menuntut kompensasi atas kerusakan akibat perang, yang direncanakan akan dibayar melalui biaya transit kapal yang melintasi Selat Hormuz.
Status Saat Ini (Mei 2026)
Meskipun Iran menganggap proposal ini adil, Presiden AS Donald Trump menyatakan pada awal Mei 2026 bahwa ia “tidak puas” dengan persyaratan tersebut karena dianggap belum sepenuhnya mengakhiri program nuklir Iran sesuai tuntutan AS. Sementara itu, militer Iran mulai bersiap menghadapi kemungkinan kembalinya peperangan setelah menuduh AS tidak memiliki komitmen serius dalam berunding.








nuklir Iran untuk pertahanan seperti Korut & Pakistan. INGAT NASIB IRAK DAN LIBIYA PORAK PORANDA OLEH INVASI NATO KARENA TDK PUNYA NUKLIR UNTUK PERTAHANAN. KARENA INGIN KUASAI SDA LIBIYA. SKRG LIBIYA & IRAK NEGARA PENUH KEKERASAN.