


Presiden Prabowo Subianto mengklaim pendapatan pengemudi ojek online (ojol) naik dua kali lipat karena aturan baru pembatasan potongan aplikasi maksimal 8%.
Presiden Prabowo menyebutkan bahwa kenaikan pendapatan yang fantastis tersebut dipicu oleh intervensi pemerintah melalui aturan baru (Perpres No. 27 Tahun 2026). Aturan ini membatasi potongan komisi perusahaan aplikasi (aplikator) menjadi maksimal 8%, sehingga bagian yang diterima pengemudi melonjak dari yang semula 80% menjadi 92%.
Prabowo bahkan menegaskan kenaikan pendapatan ojol dua kali lipat ini FAKTA, kalau gak percaya “You tanya ojol” kata Prabowo.
Benarkah klaim Prabowo pendapatan ojol naik dua kali lipat?
Driver ojol menilai klaim kenaikan pendapatan dua kali lipat tidak sesuai dengan kondisi riil di lapangan.
Inilah dampak atasan ingin dipuja, dan bawahan kerjanya cuma ABS. Klop. Tidak pernah sesuai dengan realita.
[VIDEO]








wkwkwkwk…seperti yg pernah ku tulis dalam komen…
Pokoknya lah junjungan sekaligus sesembahannya gerombolan ANJING-ANJING KURAP PENJILAT TerMul dan TerWo BabRun JANCUK PKI itu kebiasaannya suka BERBOHONG‼️😂
Penurunan potongan pajak yang menjadikan kenaikan pendapatan ojol yang fantastis tersebut dipicu oleh INTERVENSI PEMERINTAH‼️
Suka banget ngaku² padahal FAKTANYA BOHONG
Dan kebohongan itu pun diamini oleh buzzer amatiran maupun buzzeRp nusantara
Ngoahahaha…😂😜😝🤣
kalau potongan turun 12%, dari 20% ke 8%, penghasilan naik 2X ? sama aja 10+6=17
beda guru, beda cara ngitung, beda juga hasilnya 😜😜😜😜😜
af dkk lbh percaya 10+6=17 drpd fakta keracunan mbg
pemerintahnya omon omon, maka perusahaanya juga omon omon, nggak ada itu 8%
wooowoo gonggonganmu itu ga ada yg dipercaya rakyat udah muak tak percaya dan udah ga sabar dgn mu penginnya babi wowo turun dan jgn terlihat lg dimuka bumi
sebelum lu omon omon
potongan 10%
saldo 10k msh bisa bawa pulang 100k (saldo habis)
setelah lu omon omon 8%
saldo 10k cuma bisa bawa pulang 60k (saldo habis)
potongan turun bisa jadi permintaan turun atau makin banyak ojol. tidak sederhana seperti itu di lapangan
orang ruwet yg matematika dasar saja ambyar terus bikin kebijakan, ya begini jadinya
yg satu di duga gak punya ijazah SMA, yg satu matematika nilai -(minus) kali
Dosa apa ya Allah, kami di uji dg berbagai PEMIMPIN YG LUAR BINASA BOBROK nya…