Prabowo tampak memainkan strategi yang memadukan unsur Sandhi Yudha

✍️Peter F. Gontha

Prabowo tampak memainkan strategi yang memadukan unsur sandhi yudha: penyerangan, penumpasan, dan operasi intelijen. Langkah-langkahnya menunjukkan kecermatan dalam membaca situasi, sehingga berbagai pihak akhirnya saling membuka informasi dan mengungkap fakta yang selama ini tersembunyi.

Kita patut mendukung setiap upaya yang sungguh-sungguh untuk memberantas korupsi di Indonesia.

Namun, ada beberapa hal yang perlu didorong lebih jauh.

1/ Pemerintah bersama DPR hendaknya mengkaji dan menetapkan peraturan perundang-undangan yang memberikan hukuman lebih berat bagi para pelaku korupsi.

Dengan sanksi yang tegas, adil, dan memiliki efek jera, pemberantasan korupsi akan menjadi lebih efektif serta mampu memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum di Indonesia.

2/ Selain itu, sudah saatnya Indonesia memiliki ketentuan hukum yang lebih tegas terhadap mereka yang telah terbukti melakukan tindak pidana korupsi dan telah berkekuatan hukum tetap.

Mereka seharusnya tidak lagi diberikan kesempatan untuk menduduki jabatan publik atau jabatan yang berkaitan dengan penyelenggaraan negara, termasuk menjadi anggota DPR, kepala daerah, pejabat negara, maupun menduduki posisi strategis lainnya yang mengelola amanah dan uang rakyat.

Ironisnya, hingga saat ini masih terdapat mantan narapidana kasus korupsi yang duduk sebagai anggota DPR, bahkan ada yang menduduki posisi-posisi penting.

Kondisi seperti ini menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai komitmen negara dalam membangun pemerintahan yang bersih dan berintegritas.

Karena itu, reformasi regulasi menjadi semakin mendesak agar jabatan publik benar-benar diisi oleh mereka yang memiliki rekam jejak integritas yang tidak diragukan.

Pemberantasan korupsi tidak cukup hanya dengan penindakan.

Diperlukan reformasi regulasi yang memastikan bahwa setiap orang yang telah terbukti mengkhianati kepercayaan publik tidak dapat kembali memanfaatkan jabatan negara untuk kepentingan pribadi.

Hanya dengan langkah-langkah yang tegas, konsisten, dan berkeadilan, Indonesia dapat membangun pemerintahan yang bersih, berintegritas, dan benar-benar berpihak kepada kepentingan rakyat.

*Penulis adalah mantan Duta Besar Indonesia untuk Polandia (2014-2019), Ketua Dewan Pakar DPP Partai NasDem

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

10 komentar

  1. Menyapu dengan SAPU KOTOR, ya mana bisa bersih‼️
    Tapi GUOBLOKKKKnya baik junjungan sekaligus sesembahan gerombolan ANJING PENJILAT TerMul dan TerWo BabRun beserta kaki tangannya seperti si ANONIM (Akal Nol, Otak miNim) tak paham dan tak mau tahu itu. Bagi mereka yg penting gerombolannya sudah diberi cukup makanan dari junjungannya. Selebihnya adalah MENYALAK sekeras²nya jika ada yg mengganggu ketenangan junjungannya. Seperti itulah dasar tabiat ANJING PENJILAT itu‼️

      1. yang namanya dukung itu saat pejabat menjalankan kebijakan yg tepat, kalau keliru diingatkan bahkan dikritik. kalau dukungannya modelan elu, membabi buta tanpa peduli benar salah ya wajar dibilang penjilat, macem anjing jilat jilat terus

          1. emang anis skr msh bikin kebijakan ya? kondisi apa skr yg mengharuskan dia punya bisa penjilat? AF mmg spesies iq200 tulen

  2. hanya prabowo yg tegas dan berani bongkar mafia migas si rza chled yg kabur ke luar negri sekarang menuju mandiri sektor migas insya Allah, Allah mengembalikan makar mereka

  3. Ah masa sih, dia ga secerdas itu kok…Semuanya terjadi secara kebetulan karena tarik menarik antar kekuatan serakah yg baru muncul dengan kekuatan serakah nan gelap residu dari rezim Jokodok.

  4. Halah preet.. narasi yang meng- ada², rakyat perlu bukti bukan sekedar angan² & omon², percaya sama wowo kalau berani tangkepin tun genk SOP (Solo Parcok Oligarki) coba kalau berani ganti si Sigit, cemen dia, ga usah jauh dulu deh si Deyang aja dia lindungi kok.

  5. PRABOWO TEGAS MEMBERANTAS KORUPSI > PREEEEEETTTTTT
    sekitaran si WOWO > 99% KORUPTOR SEMUA > BRENGSEKNYA GAK KETULUNGAN
    IBLIS SAJA SUNGKEM SAMA KELAKUAN PARA PEJABAT KONOHA