Ringkasan serangan AS selama 5 hari berturut-turut ke Iran & balasan Iran terbaru

Komando Pusat AS (CENTCOM) mengatakan telah menyelesaikan gelombang serangan terbarunya terhadap Iran.

CENTCOM mengatakan pasukan AS “menyerang pusat komando Iran, situs pertahanan udara, kemampuan rudal dan drone, serta fasilitas pengawasan pantai” dengan tujuan untuk melemahkan kemampuan Iran dalam mengancam pelayaran di Selat Hormuz.

Dikatakan bahwa mereka menggunakan “amunisi presisi untuk mengenai target di beberapa lokasi termasuk Bandar Abbas”.

Ditambahkan bahwa pasukan AS sebelumnya pada hari Rabu menyerang situs pertahanan pantai dan rudal jelajah di Pulau Greater Tunb selama operasi 90 menit.

Berikut adalah rangkuman eskalasi serangan AS dan respons terbaru dari pihak Iran:

🇺🇸Ringkasan Serangan Amerika Serikat

Dipicu oleh kegagalan negosiasi pasca-kesepakatan sementara serta ketegangan baru di Selat Hormuz, Presiden Donald Trump menyatakan bahwa gencatan senjata telah berakhir.

  • Serangan Udara Masif Kontinu: U.S. Central Command (CENTCOM) meluncurkan gelombang serangan udara berturut-turut (memasuki hari kelima pada Juli 2026) menggunakan jet tempur, kapal perang, dan drone.
  • Target Militer & Pesisir: Serangan presisi AS berfokus pada penghancuran sistem pertahanan pantai, radar, situs peluncuran rudal/drone, dan fasilitas penjaga pantai Iran. Ledakan dilaporkan mengguncang kota-kota pesisir selatan seperti Bandar Abbas, Ahvaz, Chabahar, Jask, Bushehr, serta pulau-pulau strategis seperti Kish, Qeshm, dan Abu Musa.
  • Blokade Laut & Pencegatan Tanker: AS resmi memberlakukan kembali blokade angkatan laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Menggunakan rudal Hellfire, pesawat militer AS melumpuhkan tanker minyak kosong berbendera Curacao (M/T Belma) yang mengabaikan peringatan saat berlayar menuju Pulau Kharg, jalur nadi ekonomi Iran.
  • Ancaman Infrastruktur Sipil: Trump mengancam akan menghancurkan jembatan dan pembangkit listrik jika Teheran menolak kembali ke meja perundingan.

🇮🇷Respons Terbaru dari Iran

Pihak Teheran menegaskan tidak akan mundur dan menganggap kesepakatan damai sebelumnya telah dibatalkan oleh tindakan sepihak Washington.

  • Serangan Balasan ke Pangkalan AS: Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) meluncurkan gelombang rudal balistik dan drone yang menargetkan aset-aset militer AS di Timur Tengah. Iran mengklaim berhasil merusak markas besar Armada Kelima AS di Bahrain, pusat logistik militer di Mina Abdullah (Kuwait), serta fasilitas militer AS di Pangkalan Udara Azraq (Yordania).
  • Menargetkan Tanker Minyak Regional: Guna membalas blokade ekonomi, Iran merudal dua kapal tanker minyak milik Uni Emirat Arab (Mombasa dan Bah) di perairan Oman. IRGC mengeluarkan ancaman keras: “Ekspor minyak dan gas dari kawasan ini akan dinikmati bersama oleh semua orang atau tidak sama sekali.”
  • Menolak Negosiasi & Menutup Jalur: Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menegaskan Iran tidak memiliki rencana untuk mengadakan pembicaraan baru dengan AS dan memilih fokus penuh pada pertahanan negara.
  • Aktivasi Pertahanan Udara Domestik: Sirene dan artileri pertahanan udara Iran diaktifkan di ibu kota Teheran untuk mengantisipasi potensi perluasan serangan ke pusat pemerintahan.

Dampak dan Situasi Terkini

Eskalasi perang ini telah memicu lonjakan harga minyak mentah Brent dunia hingga melebihi $85 per barel. Di tengah pertempuran sengit, terdapat satu isyarat diplomatik langka di mana Iran membebaskan seorang warga negara ganda AS-Iran, Dena Karari, yang telah ditahan sejak Desember 2024, sebuah langkah yang secara terbuka diapresiasi oleh Donald Trump melalui media sosial.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

7 komentar

  1. jahanamnya lakbatullah Majusi Syiah Rafidhah Imamiyah itsna Asyariyah, saat ini, yg diserang negara ² Suni Arab, padahal sdh diberikan garansi, AS tdk diizinkan menggunakan wilayah laut, udara dan daratnya utk menyerang Iran… yg paling jahanam, Israel tdk.diserang, pada F 22 raftor diterbangkan. dari pangkalan militer di Israel. mudah² terjadi perang besar Suni Arab (Arab Saudi dkk) VE Majusi syiah Iran. pemuja² silahkan bela gerombolan penghujat Sahabat dan Istri² Nabi….

    1. Yg jahanamnya, kalau AS menargetkan pembangkit listrik dan jembatan, makan Majusi Iran, akan menyerang fasilitas yg sama di negara² Arab Suni ? Pelampiasan kedengkian thd Arab dan Islam.

      Ingat, Nubuwat Nabi terkait kemunculan Syi’ah Rafidhah, kenapa Syi’ah (dinasti shafawiyah) berpusat di Iran (Persia) yg mengorbankan jutaan darah ahlus sunah, kerajaan yg dilaknat Nabi, ternyata jadi bangunan kebencian bangsa Iran (Persia), bencana bagi Arab dan Islam…

      balas dendam atas Penaklukan Khalifah Umar bin Khatab RA yang mempercundangi Kerajaan Persia (Perang Qadisiyah), musuh potensial dan dendam kesumat thd Arab, karena perang qadisiyah yg mempermalukan bsngsa Persia.

      Adapun Majusi merupakan bahaya besar, itu sudah terhapus lama baik review dari sejarah, agama dan sentimen negatif mereka terhadap Islam. Majusi ingin kembali mengulang masa keemasan Persia masa lalu, sekaligus ingin melenyapkan Islam yang dulu sudah menghancurkan imperium Persia.

      1. Menurut si Badjrie ini kalau iran/syiah/majusi sudah dikalahkan, maka baru saatnya untuk memerangi yahudi. Tapi mimpi kali ye ……….

    2. emangnya semua orang iran, syiah rafidhah?.. emangnya rezim iran tidak nyerang israel juga?..

      Blm nyerangnya iran ke israel saat ini, tdk bisa dianggap jadi kawannya israel dong! Mikir pake otak biar ga dianggap jahil..

      Lagian yang diserang itu PANGKALAN² AMERIKA yang bercokol di Negeri² rezim Arab! Bahkan udah dinyatakan berulang² bhw IRAN HANYA MENYERANG PANGKALAN² AMERIKA!

      Sebaliknya, rezim² Arablah yang munafik jadi budaknya AMERIKA!

      Lu blunder.. ashabiyah.. Saya malu mnjadi Sunni yang kbanyakan penguasa rezimnya sudah jadi BUDAK KAFIR HARBI FI’LAN!

      Sampe di sini faham?.. Jgn jahil akan fakta yang terang benderang saat ini! Biar tidak sesat!

  2. ali badjrie gak faham sejarah dn geo politik dunia saat ini serta fanatik buta. Iran gak pernah memusuhi negara2 teluk belum ada sejarah nya Iran meng invasi negara tetangga. dn gak semua rakyat Iran itu Syiah. Iran menyerang negara2 teluk Krn negara2 teluk di pakai landasan oleh ASu untuk menyerang Iran, dn Iran memiliki hak yg sah utk menyerang pangkalan militer ASu yg ada negara teluk tsb. yg harus di salah kan itu negara2 teluk, kenapa wilayah nya di pakai untuk menyerang Iran. mengenai Iran menyerang Israel laknatullah udah gak ke hitung lagi misil / rudal yg di tembak kan ke entitas haram Israel, sementara negara2 teluk TDK bisa berbuat apa2 ketika Gaza di bombardir habis2an oleh zionis laknatullah. dn bangsa Iran juga lah selama ini membantu kelompok perlawanan yg ada di Gaza, Libanon dn Yaman. jadi di sini siapa kah yg munafik dn siapa kah membela Palestina bisa di lihat gak perlu pendidikan tinggi orang awam pun juga tahu. ali badjrie sepertinya di buta kan oleh kebencian terhadap sesama muslim. pernyataan nya penuh cacian dn adu domba serta pemecah belah umat yg mana gak pernah di contohkan oleh Baginda Nabi Saw