Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat resmi menolak amendemen anggaran yang diajukan oleh Perwakilan Republik Thomas Massie untuk menghentikan bantuan militer senilai $3,3 miliar ke Israel.
Namun Voting yang berakhir dengan hasil 314 berbanding 104 pada hari Rabu (15/7/2026) waktu setempat ini mencerminkan dinamika politik yang krusial, dimana dukungan untuk Israel tidak lagi bulat.
Poin Utama Hasil Pemungutan Suara
- Target Amendemen: Menghapus seluruh bantuan pendanaan militer tahunan senilai $3,3 miliar dalam rancangan undang-undang alokasi anggaran Departemen Luar Negeri AS.
- Mayoritas Penolak: Sebagian besar anggota Partai Republik bersatu dengan kelompok moderat Partai Demokrat untuk mempertahankan bantuan tersebut.
- Perpecahan Demokrat: Sebanyak 103 anggota faksi Demokrat dan 1 anggota faksi Republik (Massie sendiri) mendukung amendemen untuk memotong bantuan tersebut.
Pergeseran Sikap di Tubuh Partai Demokrat
Meskipun gagal lolos, besarnya dukungan dari kubu Demokrat (mencapai hampir setengah dari total faksi Demokrat di DPR) menjadi sorotan utama media seperti The New York Times. Hal ini menandai runtuhnya konsensus bipartisan yang selama puluhan tahun selalu mendukung bantuan militer untuk Israel secara mutlak.
- Sikap Pemimpin Faksi: Pemimpin Minoritas Demokrat Hakeem Jeffries menolak amendemen karena dianggap “terlalu luas”.
- Dukungan Tokoh Senior: Tokoh penting seperti mantan Ketua DPR Nancy Pelosi dan Wakil Ketua Fraksi Katherine Clark secara mengejutkan memilih “Ya” guna mengirim pesan protes terhadap strategi perang Benjamin Netanyahu di Gaza.
- Tekanan Konstituen: Anggota progresif faksi Demokrat menghadapi tekanan masif dari basis pemilih mereka yang menuntut penghentian penggunaan uang pajak AS untuk mendanai konflik bersenjata.







ga republik ngga demokrat sami mawon
pro zionist
emang Dajjal semua
skutu arab ni boss.. senggol donk..!!